Budidaya Kelapa Berbagai Kultivar untuk Hasil Maksimal

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Budidaya tanaman kelapa jadi salah satu komoditas perkebunan di Lampung Selatan. Penanaman berbagai jenis kultivar atau jenis yang khas dilakukan petani untuk hasil maksimal.

Suwarna, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut menanam kelapa kultivar gading, genjah, dalam, hijau dan serat merah. Selain di kebun ia menanam kelapa di pekarangan.

Budidaya tanaman kelapa sebut Suwarna cukup mudah dengan memakai buah yang tua. Memiliki tingkat adaptasi tinggi pada berbagai kondisi lingkungan ia menanam kelapa untuk berbagai keperluan. Teknik perbanyakan bibit dilakukan dengan pemilihan buah dari pohon berkualitas. Ia memilih dari pohon dengan janjang berisi lebih dari sepuluh butir.

Buah yang tua ditandai dengan perubahan warna hijau, kuning, merah menjadi coklat. Setelah dipilih ia akan melakukan pemotongan pada bagian kulit pada titik tumbuh tunas. Mempercepat tumbuh tunas dan akar kelapa yang tua akan digantungkan pada bambu di lokasi yang lembab. Dalam kurun waktu dua bulan tunas akan tumbuh disertai akar lalu dipindahkan ke polybag.

“Saya sediakan media tanam polybag yang telah diberi pupuk kompos untuk percepatan tumbuh akar, saat mulai bertunas hanya ada dua helai daun selanjutnya dalam kurun waktu setahun siap dipindahkan ke kebun atau pekarangan rumah,” terang Suwarna saat ditemui Cendana News, Senin (8/3/2021).

Beberapa kultivar kelapa sebutnya diklasifikasikan dalam jenis hijau, merah dan kuning gading. Tiga kultivar kelapa itu sebagian telah melalui proses regenerasi dari tanaman tahap pertama. Sebagian tanaman yang telah tua dan produktivitas rendah ditebang untuk bahan bangunan. Bibit tanaman baru berkualitas ditandai dengan batang pendek, cepat berbuah.

Suwarna bilang produktivitas kelapa dari bibit berkualitas menghasilkan puluhan buah. Setiap janjang kelapa dalam merah menghasilkan 8 hingga 10 butir. Sementara jenis kelapa hijau bisa mencapai 14 butir, kelapa gading menghasilkan 15 butir perjanjang. Pemberian pupuk urea dan kompos serta penanganan hama kumbang jadi kunci agar kelapa produktif.

“Varietas kelapa dalam merah, hijau yang saya tanam banyak dipanen dalam kondisi muda atau dugan sebagian saat tua,”bebernya.

Semua bagian dari pohon kelapa sebutnya menguntungkan bagi petani. Daging buah yang dikeringkan menjadi kopra bahan baku minyak goreng. Pada jenis kelapa tua bahan pembuatan santan bisa diperoleh setelah diparut. Maksimalkan penghasilan Suwarna juga memilih menjual kelapa dalam merah dan hijau dalam kondisi dugan. Per butir dijual mulai Rp1.500 hingga Rp3.000.

Kultivar kelapa dalam serat merah sebutnya paling banyak diburu. Pasalnya jenis tersebut diyakini memiliki khasiat kesehatan. Menanam sejumlah kultivar kelapa berbeda jenis gading paling disukainya. Ia memilih menanam kelapa gading di pekarangan rumah sebagai hiasan dan tanaman bibit. Ia hanya memanen kelapa gading untuk dikembangkan sebagai bibit.

“Hanya tanaman yang dibudidayakan di kebun yang dipanen muda dan tua, yang di pekarangan untuk bibit,” paparnya.

Kultivar kelapa gading sebut Suwarna sesuai kearifan lokal setempat memiliki manfaat magis tertentu. Dalam budaya dan agama tertentu kelapa gading banyak dicari untuk persembahan. Pada tradisi Jawa kelapa gading bahkan kerap digunakan saat syarat membangun rumah. Hasil panen kelapa sebutnya menghasilkan ratusan hingga jutaan rupiah sesuai jumlah hasil panen.

Subarkah, salah satu petani sekaligus pengepul kelapa menyebut permintaan kelapa meningkat. Saat kondisi cuaca panas kelapa muda atau dugan banyak diminati untuk minuman segar. Petani di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni itu bilang memiliki sekitar ratusan batang kelapa kultivar merah dan hijau. Proses pemanenan dilakukan setiap tiga bulan, sisanya membeli dari petani lain.

“Setiap tiga hari saya mendapat kuota permintaan 1000 butir lalu dikumpulkan ke distributor untuk dikirim ke Jakarta,” bebernya.

Harga pada tingkat petani sebut Subarkah menyesuaikan lokasi tanam, jarak dengan jalan. Semakin sulit lokasi harga bisa mencapai Rp1.000 per butir dan lokasi mudah bisa mencapai Rp3.000. Dijual rata rata Rp2.000 per butir ia bisa mendapat omzet Rp2juta sekali panen dari menjual kelapa muda. Panen kelapa muda sebutnya lebih cepat dibandingkan menunggu hingga tua.

Selain dipanen dalam kondisi muda, Subarkah tetap bisa mendapat hasil dari kelapa tua. Kelapa tersebut digunakan sebagai bahan baku kopra untuk minyak goreng. Ia masih bisa mendapat hasil minimal Rp1juta dari panen kelapa tua. Regenerasi tanaman yang sudah tidak produktif dilakukan olehnya dengan membeli bibit bersertifikat agar buah maksimal.

Lihat juga...