Vaksinasi Covid-19 di Sikka Dilaksanakan Februari
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) merencanakan melakukan vaksinasi Covid-19 di bulan Februari 2021 bagi tenaga kesehatan dan pejabat publik di daerah tersebut.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan bulan depan karena Kabupaten Sikka masuk kategori tahap pertama termin kedua untuk melakukan vaksinasi Covid-19, tanggal pastinya belum ditentukan.
“Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan bulan Februari tetapi waktu pastinya belum ditentukan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Kesehatan, Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Y. Francis, MPH, saat ditemui Cendana News di kantornya, Jumat (15/1/2021).
Clara mengatakan, Kabupaten Sikka mendapatkan jatah vaksin sebanyak 4.800 dosis didatangkan dari provinsi diprioritaskan bagi tenaga kesehatan sebanyak 2.400 dosis dan 10 dosis bagi pejabat publik.
Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka telah menyediakan 4 puskesmas untuk melaksanakan vaksinasi ini yakni Puskesmas Kopeta di Kecamatan Alok, Puskesmas Wolomarang di Kecamatan Alok Barat, Puskesmas Beru di Kecamatan Alok Timur, dan Puskesmas Teluk di Pulau Pemana.
“Keempat puskesmas ini fasilitasnya sudah disiapkan semua dan tinggal menunggu saja kapan vaksin tiba dan mulai dilakukan vaksinasi secara massal,” ungkapnya.
Clara berharap dengan adanya vaksinasi Covid-19 membuat pandemi Corona bisa segera berakhir agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal kembali, termasuk aktivitas pemerintahan dan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menjelaskan, pihaknya menyediakan 18 puskesmas untuk melakukan vaksinasi Covid-19, puskesmas tersebut berada di daerah yang ada sinyal internet.
Petrus menambahkan, jumlah keseluruhan tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka sebanyak 1.887 orang tersebar di rumah sakit, puskesmas dan polindes di 21 kecamatan dan 147 desa serta 13 kelurahan.
“Sebelum pelaksanaan vaksinasi, setiap orang akan dicek kesehatannya terlebih dahulu. Bila dinyatakan memenuhi syarat dan kesehatannya terjamin baru vaksinasi dilaksanakan,” ungkapnya.
Petrus mengakui, tenaga vaksinator sudah disiapkan dan diberikan pelatihan agar bisa melakukan vaksinasi secara aman dan benar agar tidak ada efek samping kepada penerima vaksin Covid-19.
Ia menambahkan, setelah tenaga medis, vaksinasi tahap kedua dilakukan terhadap para pejabat daerah dan tahap ketiga baru dilakukan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sikka.
“Untuk para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak akan dilakukan vaksinasi karena kekebalan tubuh mereka telah terbentuk. Orang yang memiliki penyakit, ibu hamil dan mereka yang berusia di atas 60 tahun juga dipertimbangkan untuk divaksinasi,” terangnya.