Segar Kenyal Es Selendang Mayang Khas Betawi
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Es Selendang Mayang merupakan minuman khas Betawi yang terbuat dari tepung sagu aren. Lapisan selendang mayang ini terdiri dari paduan warna merah, hijau dan putih, serta berstruktur kenyal. Disantap dengan siraman pemanis gula merah dan santan serta es batu, terasa sangat nikmat dan segar. Disajikan tanpa es batu, pun kenikmatan selendang mayang ini tetap menggoda lidah penyantapnya.
“Es selendang mayang ini minuman khas Betawi, terbuat dari sagu aren, rasanya kenyal seperti agar-agar,” ujar Ade Irawan, pedagang Es Selendang Mayang, saat ditemui di tempat mangkalnya di Jalan Lapan Raya, Jakarta Timur, Sabtu (30/1/2021).

Menurutnya, cara membuat selendang mayang sebagai minuman khas Betawi yang harus dilestarikan tidaklah sulit. Terlebih dulu, mengadoni bahan utama, yaitu tepung sagu aren dalam panci besar dengan diberi daun pandan sebagai pewanginya.
Kemudian aduk rata hingga mengental, dengan waktu kisaran 15-20 menit. Setelah matang, tuangkan ke dalam nampan berbahan bambu yang telah dilapisi daun pisang.
Saat pemberian warna pun bertingkat. Warna paling bawah adalah warna hijau. Caranya, nampan bambu yang beralaskan daun pisang itu diolesi pewarna hijau, yaitu pasta hingga rata. Lalu, tuangkan selendang mayang yang matang itu ke dalam nampan itu, dan aduk hingga warna hijau merata.
Kemudian timpal lagi dengan selendang mayang yang matang warna putih. Setelah merata dalam nampan, masukkan selendang mayang yang telah diberi warna merah.
Lalu, diamkan sekitar dua jam hingga menjadi kenyal seperti agar-agar. Selendang mayang itu siap untuk dipotong tipis-tipis persegi empat.
“Pewarnan pasta itu tidak meracuni tubuh karena terbuat dari bahan alami, dan sering juga dipakai untuk membuat kue,” ujarnya.
Untuk pemanisnya, rebus gula merah hingga matang. Juga rebus santan berbahan kelapa muda. Setelah semuanya matang, es selendang mayang ini siap disajikan.
“Kata selendang karena irisan kue ini berwarna ceria seperti selendang mayang. Kalau nama mayang itu merujuk pada arti manis dan kenyal,” urai Ade.
Ade yang menjajakan es selendang mayang di Jalan Raya Lapan ini, bukanlah orang Betawi. Tapi, asli Cirebon, Jawa Barat. Namun kecintaannya pada kuliner khas Betawi, menjadikan ia menukuni usaha es selendang mayang ini sejak 2007.
“Resep selendang mayang ini dari saudara, saya belajar dan bisa ya jualan saja dari 2007 sampai sekarang. Kebetulan saya juga suka banget dengan minuman khas Betawi ini, jadi dagangnya semangat,” ujarnya.
Ade biasa berjualan selendang mayang membawa tiga nampan. Satu mangkok es selendang mayang dibandrol Rp5.000. “Alhamdulillah, pembelinya lumayan, kadang juga banyak yang pesan untuk acara seperti arisan dan selamatan nikahan atau sunatan,” pungkasnya.