Kasus Covid-19 di Sikka Terus Meningkat

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pandemi Corona di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terus mengalami peningkatan. Hingga penghujung Januari 2021, terdata 210 pasien positif hingga menyebabkan ruang isolasi Covid-19 di RS TC Hillers Maumere sudah terisi penuh.

“Pasien terakhir yang meninggal di RS TC Hillers Maumere pada Jumat (29/1/2021), laki-laki berinisial MIG berumur 64 tahun asal Kecamatan Hewokloang, yang masuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas,” kata dr.Clara Yosephine Francis, MPH., juru bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dalam rilis kepada media, Jumat (29/1/2021).

Ia menyebutkan, pasien tersebut setelah dilakukan pemeriksaan TCM dinyatakan positif Covid-19, dan menjalani perawatan selama 9 hari dan meninggal dunia pada pukul 01.00 WITA.

Juru Bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kamis (28/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Pagi ini almarhum dimakamkan sesuai protokol Covid-19 di tempat pemakaman umum milik pemerintah di Kelurahan Womarang, Kecamatan Alok Barat,” terangnya.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini mengakui alat TCM yang berada di RS TC Hillers Maumere sudah berfungsi kembali sejak 25 Januari, dan sudah dipakai untuk beberapa pasien yang sedang dirawat di ruang isolasi rumah sakit.

Clara menambahkan, sehari sebelumnya, Kamis (28/1/2021), juga seorang pasien probable berinisial DB berusia 54 tahun beralamat di Kecamatan Alok Timur meninggal dunia di UGD RS TC Hillers Maumere, pukul 02.00 WITA.

“Paling penting saat ini adalah tetap patuh penerapan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan cuci tangan menggunakan sabun,” pesannya.

Terkait vaksinasi, Clara menyebutkan pelaksanaannya akan dilakukan bulan Februari 2021, tenaga kesehatan yang sudah terdata dan siap menerima vaksin sebanyak 1.904 orang.

Diakuinya, pihaknya terus melakukan pendataan sekitar 2.000 tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

“Selain tenaga kesehatan, ada pejabat publik, tokoh agama dan pemuda yang akan menerima vaksin Sinovac. Ada Bupati Sikka, Kapolres, Kajari, Sekda, Uskup Maumere dan tokoh agama lainnya, Ketua DPRD Sikka serta Ketua KNPI dari perwakilan kaum muda,” terangnya.

Sementara itu Sekertaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, David Mandala, mengatakan hingga Kamis (28/1/2021) ada penambahan 112 kasus baru setelah pemeriksaan 353 spesimen.

David memaparkan, penambahan kasus baru tersebut terdiri dari 45 kasus di Kota Kupang, disusul Kabupaten Alor sebanyak 20 kasus, Sumba Barat Daya ada 16 kasus serta 7 kasus di Manggarai Barat.

“Selain itu terdapat masing-masing 4 kasus di Kabupaten Flores Timur, Manggarai Timur, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Manggarai. Juga masing-masing 1 kasus di Kabupaten Lembata dan Sumba Timur,” terangnya.

David menambahkan,di hari yang sama, Kamis (28/1/2021), 87 pasien dinyatakan sembuh serta 4 pasien meninggal dunia. Pasien sembuh terbanyak berasal dari Kota Kupang, 53 orang.

“Hingga Kamis (28/1/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di NTT berjumlah 4.800 kasus, dan 2.333 orang dinyatakan sembuh. Jumlah pasien yang meninggal 134 orang dan ada 2.233 orang masih menjalani perawatan dan karantina,” pungkasnya.

Lihat juga...