Dodol Kacang, Kudapan Manis Khas Jawa Barat

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Jenang dodol, kudapan manis dengan tekstur yang kenyal menjadi favorit banyak orang, dan kerap menjadi oleh-oleh khas Jawa Barat. Dodol sendiri bisa dibuat dari sejumlah bahan dasar tepung beras, beras ketan atau kacang. 

Kuraesin (64), warga asal Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, merupakan Ibu Rumah Tangga yang kerap membuat dodol berbahan dasar kacang merah.

Dodol yang ia buat tidak untuk dijual, tapi untuk dijadikan sajian saat acara kumpul-kumpul keluarga, anak dan cucunya di akhir pekan.

Kuraesin (64) warga asal Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, sedang mengemas dodol kecang menggunakan kertas minyak, Sabtu (30/1/2021). –Foto: Amar Faizal Haidar

“Kebetulan anak cucu semua suka dodol kacang. Dan, kebetulan juga saya nanam kacang merah di kebun, jadi kalau panen pasti bikin dodol buat dimakan keluarga,” ujar Kuraesin, kepada Cendana News, Sabtu (30/1/2021).

Menurut Kuraesin, membuat dodol kacang sangat mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan pun tidak banyak, cukup sediakan kacang merah, gula pasir, dan gula merah.

“Pertama kupas kacang merahnya, cuci sampai bersih. Kemudian direbus sampai empuk. Kalau sudah itu, angkat dan haluskan. Bisa dihalusin dengan cara diulek atau kalau mau lebih mudah, pakai mesin penggiling, agar kacangnya betul-betul halus,” terang Kuraesin.

Selanjutnya, gula merah dan gula putih dimasak dengan air secukupnya hingga larut. Setelah larut, masukkan kacang yang sudah halus tersebut. Lalu, aduk terus-menerus adonannya sampai betul-betul kenyal.

“Kalau saya biasanya setengah jam ngaduk adonan dodolnya, yang ukuran 2 kilogram. Gula pasir yang saya pakai juga sekitar 3 kilogram, gula merah setengah kilogram,” tandasnya.

Kemudian, jika adonan dodol sudah kenyal dan matang, bisa langsung dikemas, baik menggunakan kertas minyak atau daun jagung.

“Dibungkusnya kecil-kecil saja, seperi dodol pada umumnya. Dan, harus dibungkus pas masih panas, jangan dibiarkan terlalu lama, karena dodolnya bisa mengeras,” jelas Kuraesin.

Adin (39), anak tertua Kuraesin mengaku sudah mengidolakan dodol kacang buatan Ibunya itu sejak kecil. Bahkan, hingga saat ini dodol kacang tetap merupakan kudapan terbaik baginya.

“Kalau kata orang tua mah dodol kacang ini jadi kuliner turun temurun. Memang enak, manis dan nikmat. Istri saya juga belajar sama ibu,” kata Adin.

Hal lain yang disyukuri Adin, adalah karena kacang merah tidak sukar ditemukan, mengingat orangtuanya memiliki perkebunan kacang merah yang bisa dipanen setiap tiga bulan.

“Kalau panen kacang wajib disisain buat bikin dodol. Tidak semuanya dijual. Tapi selain buat dodol, kacang merah juga enak dibikin sayur. Enak juga digoreng,” pungkasnya.

Lihat juga...