BPAN Flores Salurkan Bantuan Mesin Giling Jagung ke Komunitas Adat

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Flores Bagian Timur, mengunjungi komunitas adat Natargahar, Nian Ue Wari Tana Kera Pu yang berlokasi di Natargahar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/1/2021).

Kunjungan BPAN kali ini dalam rangka penyerahan bantuan bagi komunitas adat Nian Ue Wari,Tana Kera Pu berupa satu unit mesin penggiling jagung dan benih tanaman pertanian berupa bibit jagung dan cabai.

“Semoga BPAN dan komunitas masyarakat adat Natargahar maupun masyarakat adat lainnya, dapat terus menjalin kerja sama yang baik,” pinta Adrianus Lawe, Ketua BPAN Flores Bagian Timur saat menyerahkan bantuan di Desa Natargahar, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Selasa (19/1/2021).

Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Flores Bagian Timur, Adrianus Lawe, ditemui di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (19/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Adrianus, masyarakat adat harus memperkuat jati diri sebagai suatu kesatuan dan melakukan penataan kembali struktur, kultur dan identitas sebagai masyarakat adat yang solid dan berkepribadian.

Dikatakannya, sebelumnya pun pihaknya mnyerahkan bantuan Program Gerakan Kedalautan Pangan dan Ekonomi masyarakat Adat kepada komunitas adat Natarmage pada Desember 2020.

“Program gerakan kedaulatan pangan merupakan satu kesatuan program dengan pemetaan partisipatif wilayah adat yang dilaksanakan pada 2018 sampai 2019 kemarin,” ucapnya.

Adrianus menyebutkan, program ini merupakan program yang dilaksanakan secara terencana dan sistematis, mulai dari  perencanaan tata ruang, tata wilayah, intervensi program dan nantinya ada monitoring evaluasi yang akan dilakukan oleh PB AMAN dan PN BPAN.

Ia menjelaskan, bantuan program gerakan kedaulatan pangan yang diberikan tersebut berupa sorgum, kacang tanah dan beberapa varietas pangan lokal lainnya.

Juga diserahkan bantuan alat produksi seperti 2 mesin pompa air, 2 profil tank dan beberapa peralatan kerja lain yang dapat membantu kelompok dalam mengolah lahan seluas 3 hektare, untuk kepentingan budi daya pangan lokal.

“Gerakan ini selain membantu pemerintah dalam menjaga ketersedian pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat adat di tengah situasi pandemi, tujuan besarnya adalah terbentuknya Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) di komunitas adat Natarmage, secara khusus, dan Nian Sikka Tana Alok secara umum,” ungkapnya.

Adrianus menambahkan, bantuan yang diberikan langsung olehnya selaku ketua BPAN Flores Bagian Timur, dan diterima langsung oleh ketua komunitas adat  Nian Ue Wari,Tana Kera Pu, Selasa.

“Kami berharap, mesin penggiling dan bibit yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat adat Natargahar, untuk memudahkan dan menambah kapasitas produksi hasil pertaniannya,” ucapnya.

Sementara itu ketua komunitas adat  Nian Ue Wari,Tana Kera Pu, Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Benyamin Dongluis, mengatakan,masyarakat komunitas adat Nian Ue Wari,Tana Kera Pu berterima kasih kepada BPAN, khususnya BPAN Flores Bagian Timur.

“Kami berterima kasih, karena BPAN Flores Bagian Timur sudah menaruh perhatian lebih terhadap masyarakat adat di Natargahar dengan memberikan kami bantuan ini,” ungakpnya.

Lihat juga...