SMA Xaverius Pringsewu Peringati Misionaris Spanyol

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kepala Sekolah SMA Xaverius Pringsewu, Petrus Risdianto, S.Pd., mengajak semua siswa meneladani Santo Fransiskus Xaverius. Santo atau orang kudus dalam gereja Katolik itu merupakan misionaris asal Spanyol yang mengabarkan Injil ke wilayah Asia. Sempat singgah di Ternate, santo yang dikenal dengan Xaverius itu wafat pada 3 Desember 1552 di Jiangmen, Tiongkok.

Keteladanan Xaverius menjadi dasar untuk pelindung bagi yayasan pendidikan Katolik di Lampung, salah satunya SMA Xaverius. Sosok pejuang yang gigih, semangat mengobarkan semangat cinta kasih di wilayah Asia. Momentum perayaan Xaverius sebagai Xaverius Day 2020 yang dilakukan secara daring, tidak mengurangi semangat para siswa dan pendidik untuk meneladani Xaverius.

Keteladanan tersebut juga diperlihatkan bagi para pendahulu, terutama pendidik, selama puluhan tahun. Perubahan zaman, sebutnya, tidak mengubah semangat pengabdian dalam dunia pendidikan. Sejumlah purna bakti dari tenaga pendidik dilakukan dengan semangat mencerdaskan generasi penerus. Teladan Xaverius diaplikasikan untuk mendidik siswa oleh para guru.

Petrus Risdianto, SPd., Kepala Sekolah SMA Xaverius Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, saat perayaan Xaverius Day 2020 secara daring, Kamis (3/12/2020). -Foto: Henk Widi

“Para pendidik yang meneladani semangat Santo Fransiskus Xaverius memberi warna untuk membangun komitmen untuk bersikap ramah, memberi teladan dalam dunia pendidikan Katolik, agar menjadi daya tarik bagi peserta didik yang akan masuk, dan sudah belajar di SMA Xaverius Pringsewu,” terang Petrus Risdianto, dalam perayaan Xaverius Day 2020 via daring, Kamis (3/12/2020).

Petrus Risdianto juga menyebut, dalam era digital pendidik dan siswa Xaverius wajib menyebarkan konten positif. Konten positif tersebut bisa dalam bentuk sikap, kalimat dan sejumlah aplikasi media sosial yang digunakan.

Penilaian baik pada lembaga sekolah, berasal dari semangat perjuangan Santo Xaverius. Semangat mendidik akan terus dihidupi oleh para guru, dalam mendidik siswa memiliki kompetensi sesuai tuntutan kurikulum.

Mengacu pada instruksi Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, SMA Xaverius telah menyiapkan masa transisi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka awal 2021. Upaya memajukan pendidikan dalam masa pandemi, tetap dijalankan dengan kesederhananan.

“Diskusi tetap diperlukan untuk segala hal berkaitan dengan penerapan KBM selama masa pandemi oleh orang tua, siswa dan tenaga pendidik,” cetusnya.

Sebagai bentuk memeriahkan perayaan Xaverius Day, SMA Xaverius menggelar sejumlah lomba. Lomba yang digelar meliputi video tiktok, poster dan video pendek. Sejumlah poster yang dilombakan bagi para siswa bertemakan pencegahan Covid-19 pada masa new normal. Sejumlah acara yang digelar secara virtual, ungkap Petrus Risdianto ,tidak mengurangi semangat meneladani Xaverius sebagai pelindung sekolah.

Wakil guru, T. Leni Marlina, menyebut pribadi ambisius dari Santo Xaverius bisa diteladani untuk memiliki daya juang tinggi. Tantangan yang harus dihadapi dengan visi yang telah dimiliki pada masa sulit pandemi Covid-19. Semangat keteladanan bagi siswa Xaverius atau akrab dikenal sebaga Xaverians, wajib membawa semangat positif bagi masyarakat.

“Tunjukkan, bahwa peserta didik yang pernah sekolah di Xaverius memiliki ciri khas teladan yang baik, memiliki ambisi positif untuk diperjuangkan,” terang T. Leni Marlina.

Para siswa yang akan melanjutkan pelajaran tatap muka di sekolah, harus memperhatikan protokol kesehatan. Kreativitas siswa melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan aplikasi, menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kompetensi. Berbagai aplikasi memiliki manfaat untuk memenuhi KBM daring. Persiapan masa transisi KBM tatap muka 2021 juga telah disiapkan matang oleh pihak sekolah.

Lihat juga...