Pestisida Alami, Efektif, Murah dan Mudah Dibuat
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Siapa rela tanaman yang sudah dirawat, tiba-tiba mati atau rusak karena hama penyakit hingga virus? Agar tidak sampai terjadi, penggunaan pestisida pun bisa dilakukan. Termasuk menggunakan bahan-bahan pestisida alami yang ada di rumah.
“Secara umum, pestisida alami atau nabati, yakni obat hama atau virus, yang bahan dasarnya merupakan tumbuhan. Pestisida alami ini relatif mudah dibuat dengan bahan yang sederhana. Selain itu, bahan bakunya untuk membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable), sehingga tidak mencemari lingkungan,” papar penggiat pertanian sekaligus pendiri Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya Yunanto, saat ditemui di UFC Semarang, Senin (7/12/2020).
Tidak hanya itu, pestisida alami ini juga relatif aman bagi manusia, karena residunya mudah hilang, sehingga menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan berisiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis.
“Tidak hanya itu, bahan-bahan yang digunakan pun mudah ditemukan. Intinya, berupa bahan yang memiliki aroma kuat, seperti cabai, bawang merah, hingga jeruk nipis,” terangnya.
Penggunaan pestisida alami ini bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian, khususnya untuk lingkup kecil. “Bisa saja untuk lahan yang luas, namun perbandingan bahan baku yang digunakan juga pasti lebih besar,” tandasnya.
Diterangkan, pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya, seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya.
“Contohnya, kita bisa menggunakan lima siung bawang putih dan cabai setan yang sudah diiris tipis-tipis, kemudian direbus dengan air sekitar 1 liter. Setelah itu, airnya disaring. Jangan lupa ditambahkan satu tetes sabun cuci piring cair. Kocok hingga tercampur rata,” terangnya.
Dalam penggunaannya, cukup gunakan air campuran tersebut, setiap satu tutup botol untuk satu liter air. “Semprotkan pada tanaman yang terkena hama atau bisa untuk pencegahan dengan menyemprotkannya secara rutin. 3-4 hari sekali. Usahakan penyemprotan dilakukan pada saat menjelang malam hari, karena pada umumnya pada waktu itu hama mulai beraktivitas,” tambahnya.
Selain bawang putih, bisa juga digunakan perasan air jeruk lemon 4-5 buah, dicampur dengan satu tetes sabun cuci piring cair. “Ini bisa berguna untuk mengusir virus pada tanaman, yang menyerang batang dan akar pohon. Seperti cabai, tomat dan terung. Bisa juga untuk tanaman hias,” tandasnya.
Selain itu, bahan-bahan atau ramuan yang dapat digunakan untuk pembuatan pestisida alami bisa seperti pandan, kemangi, tembakau, kunyit, kenikir, daun mimba, serai, lengkuas, hingga daun sirsak.
Salah satu peserta, Sugiarto, mengaku banyak informasi yang didapatkan dengan adanya pelatihan pembuatan pestisida alami. “Mudah-mudahan ini bisa saya terapkan pada budi daya tanaman sayuran yang saya miliki. Belum banyak, tapi mudah-mudahan bisa berkembang. Terutama dengan penggunaan pestisida alami ini, untuk mengusir hama tanaman,” pungkasnya.