Petani: Distribusi Pupuk Bersubsidi Lambat, Sudah Biasa

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Seperti sudah menjadi hal yang lumrah setiap memasuki musim tanam tiba, sejumlah petani di wilayah Yogyakarta mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurut petani, hal itu terjadi akibat tersendatnya distribusi pupuk hingga mengakibatkan kelangkaan di tingkat petani. 

Di wilayah kabupaten Bantul, sejumlah petani mengaku belum mendapatkan jatah pupuk bersubsidi, lantaran pasokan ke kelompok tani belum sampai. Hal itu membuat para petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.

Pembelian pupuk nonsubsidi itu mau tak mau harus segera dilakukan, lantaran tanaman padi mereka telah memasuki usia yang harus segera dilakukan pemupukan pertama. Para petani khawatir jika pemupukan terlambat, pertumbuhan padi tidak akan maksimal.

“Ini saya beli pupuk sendiri (nonsubsidi) di toko, karena yang dari kelompok tani, kosong. Ya, memang harganya lebih mahal, tapi mau bagaimana lagi karena sudah saatnya dilakukan pemupukan,” ujar Jumadi, petani di dusun Paket, Bambanglipuro, Bantul, Senin (07/12/2020).

Jumadi hanya bisa berharap, agar distribusi pupuk bersubsidi bisa diperlancar, khususnya saat musim tanam tiba. Agar kebutuhan pupuk para petani bisa terpenuhi. Pasalnya, hal semacam ini hampir selalu terjadi setiap musim tanam tiba dan tidak pernah ada solusi.

“Kalau bisa, ya dibenahi. Masak petani mau beli pupuk saja susah. Kan lucu, bagaimana pertanian bisa maju?” kesahnya.

Sementara itu, di wilayah Kulon Progo, sejumlah petani diketahui sudah mulai wajib memanfaatkan kartu tani untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Tanpa adanya kartu tani, para petani tidak akan mendapatkan pupuk bersubsidi dari distributor. Hal ini menjadi persoalan baru, lantaran belum semua petani memiliki kartu tani, serta paham tata cara pemanfaatannya.

“Saya belum mendapatkan pupuk (bersubsidi), karena sekarang katanya untuk bisa membeli harus punya kartu tani. Sementara saya sendiri belum diberikan kartu tani oleh kelompok. Beruntung, saya masih punya sisa pupuk untuk dimanfaatkan pada awal musim tanam kali ini,” ujar salah seorang petani asal Temon, Kulon Progo, Paidi.

Paidi hanya berharap agar sosialisasi terkait proses pemanfaatan pupuk bersubsidi itu bisa disampaikan ke petani. Sehingga para petani tidak kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Lihat juga...