Bunga Krisan Sumut Diekspor ke Jepang
MEDAN – Bunga Krisan, hasil budi daya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mulai diekspor ke Jepang. Tercatat ekspor perdananya mencapai 25.000 potong.
“Ekspor perdana bunga krisan itu baru dimulai Selasa, 24 November. Tujuan ekspornya ke Jepang,” ujar Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, di Medan, Kamis (26/11/2020).
Ekspor melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 25.000 potong bunga tersebut akan dikawal terus oleh Balai Karantina Pertanian Belawan. Pendampingan akan diberikan untuk petani dan eksportir bunga krisan. Dalam upaya memenuhi persyaratan kesepakatan sanitary and phytosanitary di perdagangan internasional.
“Pengawalan itu sejalan dengan tugas strategis yang diberikan, sebagai upaya peningkatan ekspor melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian atau Gratieks dalam kurun waktu hingga 2024,” jelasnya.
Hasrul menegaskan, ekspor bunga itu menjadi kabar yang menggembirakan, karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan. Tetapi, dengan ekspor komoditas pertanian, dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. “Karantina Pertanian Belawan siap mendampingi petani dan eksportir bunga krisan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 saat ini,” ujarnya.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian, Ali Jamil, memberi apresiasi besar kepada petani dan eksportir bunga krisan asal Karo, Sumut, yang mampu menembus pasar ekspor ke Jepang. Terlebih ekspor tersebut dilakukan di tengah pandemi COVID-19.
Ali Jamil menyebut, biasanya Timor Leste yang banyak mengimpor bunga itu dari Denpasar dan Kupang. Secara nasional berdasarkan data otomasi sistem IQFAST Barantan, ekspor bunga krisan Indonesia meningkat terus. Di 2018, ekspornya mencapai 39.175 potong dan di 2019 meningkat menjadi 43.569 potong. “Pada 2020, hingga November diakui terlihat ada penurunan akibat pandemi COVID-19.Tapi tetap menggembirakan karena ada pasar baru yakni ke Jepang,” pungkasnya. (Ant)