Mentan dorong produk hortikultura tembus pasar ekspor

Admin

JAKARTA, Cendana News – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong produk hortikultura seperti buah dan sayur untuk bisa menembus pasar ekspor.

Agar produk hortikultura tembus pasar ekspor tersebut, Mentan SYL meminta jajarannya menjalankan strategi khusus guna menaikkan produk hortikultura.

Mentan SYL juga mengatakan, untuk meningkatkan peluang ekspor dan membuka akses produk hortikultura masuk pasar modern perlu kerja sama lintas sektor.

Diapun meminta agar ada perbaikan sistem yang lebih fokus untuk meningkatkan ekspor.

Mentan SYL meminta jajarannya untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

“Sasaran kerja sama itu adalah memasukkan produk kita untuk ekspor ke luar negeri,” katanya dikutip dari laman kementan, Senin (5/12/2022).

Selain itu juga agar produk hortikultura bisa masuk semua swalayan. Jangan sampai swalayan hanya menjual produk impor, tapi tidak mau jual produk lokal.

Mentan SYL juga meminta pihaknya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa menembus pasar luar negeri.

“Kita harus memiliki tekad dan semangat untuk berteman dan berkomunikasi dengan semua orang. Saya inginkan kita bisa membuat program dan kegiatan di luar negeri. Tembus pasar Eropa, Arab, Amerika, dan Asia,” serunya.

Mentan SYL mengatakan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Jambore Hortikultura di Jakarta, pekan ini.

Turut hadir dalam acara itu Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Prihasto Setyanto dalam acara itu mengungkapkan kegiatan Jambore Hortikultura memiliki kesamaan manfaat dengan kegiatan jambore lainnya.

“Jambore Hortikultura diharapkan bisa menampilkan prestasi para pelaku usaha hortikultura,” tuturnya.

Prihasto juga mengatakan, hortikultura merupakan subsektor yang sangat menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Subsektor hortikultura terus meraih prestasi. Produksinya juga terus meningkat signifikan,” sebutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor hortikultura berdasarkan PDB harga konstan 2010 selama kurun tiga tahun terakhir 2019-2021 secara umum mengalami pertumbuhan. Peningkatan rata-rata sebesar 2,36 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2020, sebesar 4,17 persen.

Sedangkan, peningkatan PDB subsektor hortikultura di triwulan kedua tahun 2022 dibandingkan triwulan kedua tahun 2021 sebesar 2,19 persen.

Dari sisi kesejahteraan petani, nilai tukar petani (NTP) yang menjadi indikator pun terus meningkat.

“NTP hortikultura dalam kurun tahun 2019 hingga September tahun ini memberi sinyal produk hortikultura masih menjanjikan dengan terus berada di atas 100 persen,” kata Prihasto.

Iapun berjanji pihaknya akan terus berupaya meningkatkan nilai tambah produk hortikultura, utamanya produk hortikultura yang telah banyak dihasilkan oleh petani.

Lihat juga...