Ubi Hutan Beracun Bukan Cadangan Pangan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Bagi masyarakat Kabupaten Sikka pada umumnya dan masyarakat etnis Lio, selama ini mengenal berbagai bahan pangan seperti jagung, padi, sorgum, jewawut, ubi tatas, talas, pisang, ubi kayu, ubi ratih/uwi/ohu hura, kacang tanah, kacang hijau dan kacang kedelai.

Untuk bahan pangan utama adalah padi dan jagung. Dalam berbagai diskusi saat pendampingan petani, Wahana Tani Mandiri (WTM) tidak pernah menyebut ondo sebagai bahan pangan. Sebab ondo adalah ubi hutan yang beracun.

“Masyarakat terpaksa mengonsumsi ondo karena stok pangan telah menipis atau habis, dan cadangan makanan yang lain tidak ada lagi. Ubi hutan beracun ini sebenarnya bukanlah cadangan pangan,”  tegas Direktur Wahana Tani Mandiri, Kabupaten Sikka, NTT, Carolus Winfridus Keupung, Selasa (22/9/2020).

Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka, NTT, Carolus Winfridus Keupung, saat dijumpai Cendana News, Selasa (22/9/2020). – Foto: Ebed de Rosary

Win sapaannya mengatakan, ondo atau ubi hutan termasuk jenis gadung-gadungan (dioscoreaceae) dan untuk bisa mengonsumsi ondo, butuh keahlian mengolah secara baik.

Hal ini kata dia, karena ubi ondo mengandung racun yang bisa membuat orang yang mengonsumsi sakit atau bahkan meninggal dunia.

“Getah ubi ini mengandung zat toksik yang dapat terhidrolisis hingga berbentuk asam sianida (HCN). Efek HCN yang dirasakan ketika mengonsumsi ubi hutan tanpa pengolahan baik, yaitu tidak nyaman di tenggorokan, pusing, muntah, mengantuk, dan kelelahan,” jelasnya.

Win menyebutkan, seharusnya Pemerintah Kabupaten Sikka khususnya Dinas Ketahanan Pangan memikirkan langkah antisipasi terhadap warga yang sudah perlahan-lahan mengalami kekurangan pangan akibat gagal panen.

Ia meminta agar Dinas Ketahanan Pangan perlu melakukan pemantauan yang jelas kepada semua petani di Kabupaten Sikka yang mengalami gagal panen pada tahun 2020 ini.

“Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka harus melakukan pengamatan dengan melakukan survei rumah tangga (SRT) dan memberikan informasi yang benar jangan cuma asal bapak senang,” tegasnya.

Win juga berharap Pemerintah Kabupaten Sikka membenahi sistem penanggulangan bencana dengan mengedepankan kesiapsiagaan yang tinggi untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan.

“Pemerintah perlu mengembangkan program yang berorientasi untuk membangun ketahanan dan kedaulatan pangan masyarakat petani di Kabupaten Sikka,” sarannya.

Warga Desa Done, Gabriel Geli, menuturkan, dirinya kapok tidak mau lagi mengkonsumsi ondo karena pernah mengalami keracunan saat mengonsumsi hingga muntah dan mencret.

Gabriel mengatakan, karena mengandung racun dan memiliki daya bunuh yang tinggi, ondo dipakai oleh petani untuk membasmi atau mengendalikan hama penyakit tanaman.

“Masyarakat sering menggunakan ondo sebagai bahan dasar pembuatan pestisida organik untuk membasmi hama di kebun atau pun sawah,” terangnya.

Lihat juga...