Ternak Ayam Kampung, Modal Kecil Keuntungan Menjanjikan

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Ternak ayam kampung jadi salah satu usaha yang menjanjikan karena harga di pasaran relatif stabil dibandingkan ayam potong pedaging atau broiler yang kerap kali anjlok di musim tertentu.

“Alasan itu, kami mengembangkan budidaya ayam kampung, mulai dari produksi hingga perdagangan,” kata Nadam Dwi Subekti, Pendiri Sekolah Alam Tunas Mulia, Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/8/2020).

Nadam mengembangkan ternak ayam kampung di lokasi sekolah alam, sebagai usaha pendamping untuk sekolah yang dikelolanya khusus bagi anak pemulung. Namun demikian dia mengaku menyediakan tenaga khusus untuk budidaya.

Nadam Dwi Subekti, pendiri sekolah alam Tunas Mulia, Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, Senin (24/8/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan bahwa ayam kampung dari awal penetasan, memerlukan waktu empat bulan baru bisa di panen. Alasan tersebut dia juga melakukan penggemukan untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kami juga, menyediakan ayam ungkep melalui pesanan untuk acara tertentu. Semua proses dilakukan di sekolah alam. Makanya lebih memilih penggemukan biar lebih cepat memenuhi permintaan pasar,” tukasnya.

Untuk kandang disiapkan khusus di sela-sela kolam ikan lele. Kandang ayam kampung dibuat khusus sistem batery digemukan. Penggemukan sebulan bisa langsung dijual di pasaran.

Nadam, mengakui untuk pakan lebih mengandalkan pakan alami, memanfaatkan limbah, seperti nasi dari rumah makan dipadu dengan limbah ampas kelapa yang diambil di warung sisa penjualan santan kelapa.

“Budidaya ayam kampung kunci sebenarnya ada di pakan. Kami sudah menemukan racikan sendiri, untuk meminimalisir biaya,”jelasnya.

Untuk pakan ayam kampung, sangat mudah, mengandalkan limbah saja. Hanya pur tetap beli, untuk capuran racikan pakan limbah seperti nasi dan ampas kelapa.

“Semua limbah itu, dipadu jadi satu kemudian dimasak lagi, menggunakan air panas, semua limbah seperti nasi, ampas kelapa ditambah sedikit sayuran tadi dimasak jadi satu, setelah dingin baru dikasih ke ayam,”ucapnya dari campuran itu hanya 30 persen pur.

Melalui pakan racikan tersebut jelasnya, ayam dalam satu Minggu timbangannya bisa naik satu ons. Tapi untuk ayam jago bisa lebih berat lagi, dalam dua Minggu bisa mencapai enam ons.

“Kami pernah maksimal ayam jago mencapai 3,8 kilogram dengan racikan pakan tersebut,” tukasnya.

Nadam dalam budidaya ayam kampung, menyediakan produksi alami, satu kandang khusus dibuatkan untuk ayam jago dan betina.

Namun demikian, imbuhnya budidaya ayam untuk dijual lagi dengan sistem penetasan memerlukan waktu hingga empat bulan. Sehingga dinilai kurang produktif, jika pembesaran paling lama satu bulan sudah bisa dijual.

“Tapi kami tetap produksi sendiri, selain beli untuk dibesarkan. Kandangnya pun khusus harus disekat agar terhindar dari penyakit,”pungkas.

Lihat juga...