Petani Jeruk Gunuang Omeh Lakukan Antisipasi Serangan Hama

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LIMAPULUH KOTA — Petani yang berada di kawasan perkebunan jeruk yang terkenal dengan rasa manis di Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terus mematangkan pengetahuan untuk meningkatkan produksi jeruk.

Supaya produksi mengalami peningkatan, BPP Gunuang Omeh memberikan kursus singkat kepada petani setempat, terkait upaya pengendalian serangan hama. Kursus singkat dimaksud dikenal dengan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal).

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, Eki Hari Purnama, mengatakan, di Gunuang Omeh dapat dikatakan sebuah daerah yang memproduksi jeruk dengan rasa yang sangat manis. Bahkan sudah terkenal ke berbagai daerah, dengan nama Jeruk Gunuang Omeh.

Mengingat jeruk di daerah itu sudah populer, maka pemerintah berupaya memberikan edukasi dan pengetahuan kepada para petani, agar perkebunan tetap produktif, tanpa ada persoalan seperti halnya serangan hama.

“Jeruk di Gunuang Omeh ini manis-manis rasanya. Bahkan dengan rasa manisnya, harga jual jeruk di daerah itu terbilang lebih mahal dari jeruk pada umumnya. Kita tentunya senang adanya hal itu, karena turut memberikan dampak ekonomi yang bagus,” kata dia, ketika dihubungi dari Padang, Senin (24/8/2020).

Menurutnya dalam memberikan kursus singkat kali ini, BPP Gunuang Omeh melibatkan Kelompok Wanita Tani Sehati yang ada di Jorong Sungai Siriah Nagari Koto Tinggi, dan Kelompok tani Harapan Maju Jorong Sungai Dodok Nagari Koto Tinggi.

Dikatakannya bahwa kegiatan tersebut bukanlah hal yang pertama kali dilakukan, tapi sudah dimulai sejak tanggal 14 Juli 2020 lalu, dan berlanjut setiap minggu pada setiap hari Selasa nya, dan direncanakan sampai akhir Agustus 2020 ini.

“Kegiatan Gerdal OPT Jeruk ini memfasilitasi 26 kelompok tani di Kecamatan Gunung Omeh, dengan target luas pengendalian OPT Jeruk 200 hektar. Sementara pada 28 Juli sudah terealisasi seluas 93 hektare,” jelas dia.

Eki Hari Purnama juga mengimbau dan mengajak petani dan kelompok tani, agar memaksimalkan Gerakan Pengendalian serentak secara bersama-sama dalam upaya menekan perkembangan hama dan penyakit yang berkembang saat ini.

“Kita terus mendorong petani jeruk ini terus optimis dan berusaha agar produksi jeruk terus membaik,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Gunuang Omeh, Afrido Rendra, mengatakan, kursus singkat Gerdal tersebut ada sejumlah materi yang diberikan kepada para petani jeruk. Adapun materi yang disampaikan yakni pembekalan ilmu dan pengalaman pengendalian OPT yang ramah lingkungan, dan praktek pembuatan bahan pengendalian jamur.

Selain itu materi yang diberikan itu adalah bakteri perangsang pertumbuhan akar, dan bantuan sarana dan alat pengendalian berupa gunting pangkas, gunting dahan, jaring serangga dan pengendali lalat buah.

“Kita sangat berharap produksi jeruk kembali membaik mengingat belakangan ini adanya serangan hama lalat buah pada buah jeruk dan penyakit yang disebabkan oleh jamur,” sebutnya.

Lihat juga...