Cegah Stunting, Dinkes Bantul Bagi-Bagi Makanan Tambahan
BANTUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membagi-bagikan makanan tambahan dan gizi, kepada bayi usia di bawah lima tahun atau balita. Pembagian dilakukan melalui kader-kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) atau Puskesmas, yang ada di tiap-tiap pedukuhan.
Pembagian dilakukan selama masa pandemik COVID-19. “Pemberian gizi tetap kita berikan melalui kader PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga) di posyandu secara door to door, jadi kelompok keluarga yang mungkin dekat jaraknya tidak terlalu jauh dijadikan satu,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul, Fauzan, Minggu (16/8/2020).
Menurutnya, pemberian gizi kepada balita dari rumah ke rumah itu untuk mencegah adanya stunting atau kekerdilan. Dan untuk itu harus ada pemeriksaan kondisi balita secara kontinyu atau berkelanjutan. Tidak hanya diberikan di awal kemudian berhenti. Sementara dalam kondisi pandemik COVID-19, pengawasan pemantauan tinggi badan balita kegiatannya agak terhambat.
Hal itu dikarenakan tidak boleh ada kegiatan pengumpulan massa dalam satu titik. Termasuk di kegiatan posyandu, yang selama ini rutin diselenggarakan di tingkat pedukuhan. Kebijakan tersebut sebagai upaya penerapan protokol kesehatan, pencegahan penularan virus Corona baru. “Jadi kita memang memberikan kelonggaran kepada teman-teman puskesmas sebagai ujung tombak di masyarakat, silakan dalam pengukuran tidak harus membuka posyandu bareng-bareng, karena memang di Bantul masih dalam suasana belum zona hijau atau belum aman dari COVID-19,” tandasnya.
Fauzan mengatakan, untuk penanganan stunting juga diberikan makanan tambahan, pemberian tablet vitamin, kemudian pemberian edukasi kepada orang tua balita. Kegiatannya dilakukan secara menyeluruh. “Maka itu silahkan dari kader door to door, artinya jangan sampai kita kehilangan data pertumbuhan balita yang harusnya tiap bulan ada pemantauan, karena sejak Maret sampai Agustus kegiatan terhambat, makanya jangan sampai kita tidak tahu peta perkembangan dan tumbuh kembang balita,” tuturnya.
Mengenai data balita stunting di wilayah Bantul, data terakhir Dinkes Bantul menyebut, ada sebanyak 7,73 persen dari seluruh balita yang ditimbang. “Saya lupa jumlah secara angkanya, tetapi persentasenya masih rendah dibanding yang nasional,” pungkasnya. (Ant)