Warga Kampungsawah Kembangkan Lahan Kosong jadi Kebun Sayur
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Lahan kosong di Kampungsawah, RT 07/02, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Jatimelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, dimanfaatkan menjadi wisata kebun yang ditanami aneka sayur di tengah pemukiman penduduk.
Lahan tidur milik perorangan tersebut oleh pengurus RT setempat, dijadikan lokasi agro wisata sekaligus bahan edukasi bagi warga terutama anak usia dini di wilayah setempat agar mengenal pertanian.
Pemanfaatan lahan kosong itu berawal dari Pandemi Covid-19 yang memaksa warga harus berdiam di rumah. Hingga akhirnya, pengurus RT bersama warga berinisiatif, membangun lahan kosong menjadi perkebunan wisata melalui swadaya.
“Perkebunan di lahan terbatas tersebut sengaja dinamakan kebun wisata. Kebun tersebut baru tiga bulanan, karena Pandemi Covid-19, ini bisa saja dikatakan berkah,” kata Edi Ketua RT 07, Kelurahan Jatimurni, kepada Cendana News, Senin (20/7/2020).

Dikatakan melalui wisata kebun sayur menjadikan warga sekitar menjadi guyub rukun. Karena perawatannya melibatkan semua warga seperti penyiraman dan perawatan lainnya.
Menurutnya, wisata kebun sayur di atas lahan kosong yang awalnya dipenuhi pepohonan tidak terurus di tengah komplek warga tersebut. Dia menunjuk Abah Dahlan sebagai pengelola utama yang merancang teknik pembuatan agro wisata di atas lahan terbatas tersebut.
“Alhamdulillah, meski terbilang baru lokasi kebun wisata kerap dikunjungi seperti Bimaspol dari Polsek Pondokgede, ibu Posyandu. Mereka makan bersama, dan melihat langsung wisata kebun sayur,” ujar Edi.
Ada juga warga yang membawa anaknya untuk mengenalkan sistem pertanian di atas lahan terbatas dan mengenalkan teknik budidaya beberapa jenis sayuran kepada anak usia dini. Tak sedikit mereka yang hadir untuk berswafoto.
Setelah tiga bulan kebun sayur tersebut lanjut Edi, sudah beberapa kali panen. Sekali panen sistemnya dibagi untuk pemilik lahan, pengelola dan pengurus RT. Semua bibit dibeli secara swadaya ataupun sumbangan pihak ketiga.
Pengelola utama wisata kebun sayur, Abah Dahlan, mengaku asli Bandung dan sudah biasa membuat perkebunan di lahan terbatas. Awalnya dia main ke rumah anaknya tetapi karena pandemi tidak bisa kembali ke Bandung.

“Akhirnya, saat warga gotong royong saya melihat ada lahan kosong yang tidak diolah. Saya usulkan agar diolah jadi perkebunan sayuran,” ungkap Abah Dahlan.
Saat ini di perkebunan wisata dia menanam aneka sayur seperti kangkung, kemangi, bayam, singkong, pisang, oyong, tomat dan lainnya. Ia menamakan sistem tumpang sari.
Dia berharap melalui wisata perkebunan bisa menularkan teknik pertanian, terutama pada anak sekolah, bisa berkunjung untuk lebih mengenal. Dengan adanya agrowisata di atas lahan terbatas PAUD atau TK juga bisa berkunjung, mereka jadi mengenal cara menanam.
“Ini juga untuk membangkitkan wilayah dan lingkungan, karena sekarang lingkungan ada perubahan lebih baik,” pungkasnya.