Sarana dan Prasarana Kesehatan di Pedesaan Pessel jadi Perhatian
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan hingga ke nagari-nagari atau desa. Hal ini juga seiring dengan adanya upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Satria Wibawa, mengatakan, saat ini keberadaan sarana kesehatan seperti Pos Kesehatan Nagari (Poskesri) yang merupakan sarana pelayanan dasar kesehatan, sangat penting dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Terkait hal itu, maka kita meminta agar pemerintah nagari membangun sarana pelayanan dasar kesehatan yaitu Poskesri tersebut,” katanya, Jumat (17/7/2020).
Disebutkannya, keberadaan Poskesri di nagari sangat penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan pertama kepada masyarakat. Sebab apabila nagari sudah memiliki Poskesri, maka Dinas Kesehatan akan berupaya menempatkan tenaga kesehatan di desa tersebut.
Sementara itu di sisi lain, Puskesmas yang juga sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, dituntut mampu melakukan inovasi dan berbagai terobosan-terobosan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selanjutnya, Puskesmas diminta dapat menyelenggarakan upaya pemenuhan hak kesehatan terhadap anak, atau yang dikenal dengan Puskesmas Layak Anak (PLA), maka permasalahan kesehatan akan dapat teratasi dan terpenuhi.
“Jadi kepada kepala Puskesmas diminta memiliki inovasi dan berbagai terobosan agar langkah-langkah untuk menuju Puskesmas Layak Anak tersebut bisa tercapai,” harapannya.
Ditambahkan bahwa anak nagari sebagai generasi masa datang harus dirangsang memiliki mental yang tangguh, berkepribadian baik, serta memiliki daya saing.
Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, keberadaan Puskesmas sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan kesehatan di kecamatan, harus mendapat perhatian serius. Selain itu, fungsi Puskesmas juga harus diperkuat baik dari sisi aparatur maupun dari sisi pelayanan medis.
“Apalagi sekarang kita lagi secara bersama mencegah penyebaran Covid-19, sehingga peran utama itu yakni dari Puskesmas. Sebab Puskesmas ini berdekatan langsung dengan masyarakat di pedesaan,” sebut dia.
Ia menyatakan tujuan hal tersebut agar semua Puskesmas memiliki pelayanan unggulan yang berakses langsung ke masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan terhadap DBD, Malaria, penyakit paru-paru, jantung, Lansia dan termasuk itu soal Covid-19.
“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kecamatan, fungsinya harus diperkuat, baik dari sisi aparatur maupun dari segi pelayanan medis,” katanya.
Harapan itu juga disampaikan Hendrajoni, kepada bidan yang berada di pos kesehatan nagari (Poskesri). Sebab mereka juga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Saat ini semua kecamatan di daerah ini telah memiliki Puskesmas, baik Puskesmas Rawat Jalan, maupun Puskesmas Rawat Inap,” tegasnya.
Termasuk juga Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) yang tersebar di 15 kecamatan yang ada. Semua sarana ini, keberadaannya bertujuan bagaimana seluruh masyarakat bisa tersentuh dengan pelayanan medis.
Menurutnya, supaya apa yang diharapkan itu benar-benar terwujud, maka kualitas sumberdaya tenaga medis juga harus terus ditingkatkan, tentunya melalui pendidikan dan pelatihan.
“Ini penting dilakukan, agar pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin optimal,” tegas bupati.