Retno Daruni Tetap Semangat Berjualan Peyek di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Kondisi pandemi covid-19 tidak lantas menyurutkan Retno Daruni (58) Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang untuk terus melanjutkan usaha produksi peyek dan rengginang yang sudah ia rintis semenjak tiga tahun yang lalu.

Meskipun diakui penghasilannya mengalami penurunan sekitar 50 persen, namun Retno tetap semangat untuk melayani pesanan peyek dan rengginang dari para pelanggan.

“Untuk harga peyek hanya 5.000 rupiah, tapi kalau beli 10 harganya hanya 4.500 rupiah per bungkus. Sedangkan rengginang harganya 16.500 rupiah per bungkus,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/7/2020). Per bungkus berisi 10 keping peyek atau setara dengan 1 ons, imbuhnya.

Dikatakan Retno, ada tiga macam peyek yang biasa ia jual, yaitu kacang, teri dan udang. Dari ketiganya, hanya peyek kacang yang rutin dibuat, sedangkan dua lainnya dibuat jika hanya ada pesanan saja karena memang harganya berbeda.

“Kebanyakan mereka yang beli untuk dijual lagi. Terserah nanti mereka mau dijual dengan harga berapa,” ucapnya.

Selain dijual secara offline melalui toko-toko atau di taman rolak dekat rumahnya, ia juga menjual secara online melalui WhatsApp teman-teman sesama lansia maupun warga sekitar.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai banyak pesanan lagi. Biasanya bisa sampai 20-30 bungkus,” akunya.

Disamping peyek dan rengginang, setiap bulan Ramadhan Retno juga menerima pesanan kue kering, khususnya kue semprit larut.

Lebih lanjut untuk mengembangkan usahanya, Retno tercatat pernah mengajukan dua kali pinjaman Modal Kita melalui kelompok Anggrek ke Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri binaan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri). Pinjaman pertama senilai 2 juta rupiah dan pinjaman ke dua 5 juta rupiah.

“Pinjaman pertama saya gunakan untuk tambahan modal. Sedangkan pinjaman kedua saya pakai beli kendaraan untuk transportasi kalau mau mengantarkan pesanan. Sekarang mau mengajukan pinjaman lagi senilai 2 juta rupiah,” tandasnya.

Meskipun dalam masa pandemi covid-19, diakui Retno tidak mengalami kendala untuk melunasi pinjamannya. Bahkan dua pinjaman sebelumnya sudah dilunasi seluruhnya.

“Pelunasan pinjaman Alhamdulillah selama ini lancar tidak ada kendala. Mungkin pada saat pandemi covid-19 pembayarannya sedikit terlambat tapi tetap sudah saya lunasi. Sekarang mengajukan lagi pinjaman ke tiga sebesar 2 juta,” pungkasnya.

Sementara itu ketua kelompok Anggrek, Darmanto mengakui bahwa Ibu Retno Daruni merupakan salah satu anggota kelompoknya yang tertib dalam melakukan pembayaran cicilan pinjaman.

“Pinjaman pertama dan kedua sudah dilunasi tepat waktu. Kemudian sekarang beliau mau mengajukan pinjaman lagi, jadi ya langsung saya ACC karena setiap kali mengajukan pinjaman selalu tertib pembayarannya, ” terangnya.

Lihat juga...