Posyandu di Lamsel Kembali Aktif Layani Masyarakat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di wilayah Lampung Selatan kembali diaktifkan, seiring dimulainya tatanan kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Samsu Rizal, kepala unit pelaksana teknis Puskesmas Rawat Inap Ketapang, menyebut sebelumnya kegiatan layanan imunisasi bagi balita ditunda selama masa pandemi Covid-19. Memasuki adaptasi kenormalan baru, Posyandu dioperasikan dengan protokol kesehatan.

Samsu Rizal menambahkan, pelaksanaan Posyandu dijalankan dengan teknis new normal, meski belum sepenuhnya. Ia menyebutkan, prioritas bagi orang tua balita yang memiliki jadwal penerimaan imunisasi di bulan yang ditetapkan. Selain itu, prioritas bagi anak yang memiliki gizi bermasalah. Dalam proses penimbangan, orang tua dianjurkan membawa sarung dari rumah.

Operasional Posyandu bagi 17 desa di kecamatan Ketapang dengan protokol kesehatan, menurut Samsu Rizal disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pelayanan diatur sesuai jadwal setiap dusun, sehingga tidak terjadi kerumunan. Pelayanan pokok berupa penimbangan, imunisasi, pengukuran tinggi badan, pemberian makanan tambahan, konseling tetap dijalankan.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang, Lampung Selatan, di Posyandu Arjuna, Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (3/7/2020). -Foto: Henk Widi

“Pelayanan penyuluhan yang kerap melibatkan para orang tua yang memiliki balita, ibu hamil melibatkan orang banyak sementara ditunda hingga kondisi normal,” terang Samsu Rizal, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (3/7/2020).

Sejumlah prosedur yang dijalankan untuk pengoperasian Posyandu telah disampaikan kepada petugas kesehatan dan kader. Sejumlah kader yang bertugas dipastikan dalam kondisi sehat,melengkapi kader Posyandu dengan masker dan sarung tangan. Pengaturan meja untuk pelayanan diatur dengan jarak 1-2 meter.

Kader Posyandu yang bertugas diharuskan mengatur masuknya pengunjung ke area pelayanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menerapkan jaga jarak maksimal 10 orang di area pelayanan, termasuk petugas.

Sarana cuci tangan pakai sabun (CPTS) disediakan pada pintu masuk, dan balita yang telah disuntik diminta menunggu di luar sebelum pulang.

Samsu Rizal menyebut, pelayanan promosi kesehatan oleh Puskesmas tetap dilakukan dengan menggunakan media sosial. Sejumlah pelayanan yang tetap dijalankan meliputi sosialisasi penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir. Promosi kesehatan dilakukan memakai media banner, facebook, Instagram.

“Sebelum masa pandemi Covid-19, penerapan PHBS telah rutin dilakukan dan selama masa adaptasi new normal kembali digencarkan,”terang Samsu Rizal.

Perhatian Puskesmas Ketapang dalam penurunan angka gizi buruk pada balita (stunting) terus dilakukan. Sesuai data, di wilayah Kemukus sebanyak 56 anak dari 183 balita mengalami stunting pada 2017. Intervensi Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, angka stunting di desa Kemukus, menurun dan tersisa sebanyak 22 orang pada 2020. Posyandu yang aktif di desa tersebut menjadi langkah intervensi stunting.

“Kader Posyandu di tingkat desa memiliki fungsi penting dalam upaya menekan angka stunting,” cetusnya.

Intervensi stunting, menurutnya dilakukan dengan melibatkan berbagai sektor. Di antaranya dengan menanam sayuran, memelihara ayam penghasil telur, memelihara ikan. Melalui kegiatan kawasan mandiri pangan (KMP) berbagai sektor ikut melakukan intervensi dengan mengaktifkan pemanfaatan pekarangan untuk penanaman sayuran.

Hasanah, salah satu warga yang memiliki cucu balita, menyebut selama masa pandemi Covid-19 kegiatan Posyandu ditunda sementara. Namun, saat adaptasi new normal ia telah bisa membawa cucunya untuk mendapat pelayanan imunisasi dasar. Sebagian warga yang datang ke Posyandu, menurutnya telah mengikuti protokol kesehatan, bagi yang tidak membawa masker kader akan memberikan secara gratis.

Lihat juga...