Perkenalkan Kokedama, Teknik Menanam Tanaman Hias

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pertanian tanaman hias, saat ini tengah booming. Ditandai dengan tingginya permintaan pasar, akan berbagai jenis tanaman hias, mulai dari aglonema, monstera, hingga sansevieria.

Peluang ini kemudian ditangkap, tim mahasiswa yang terdiri dari Aditya Ajie Nugroho (D3 Teknik Informatika Udinus), Muhammad Rizky Arya Bhayangkara (D4 Manajemen dan Administrasi Logistik Undip), dan Muhammad Rizky Aji Pangestu (S1 Agroekoteknologi Undip).

Mereka menghadirkan co-dama, sebuah startup yang bergerak di bidang pertanian, khususnya tanaman hias.

“Co-Dama merupakan startup yang bergerak di bidang pertanian, dengan fokus tanaman hias yang dipadukan dengan teknik penanaman kokedama, yang dikombinasikan dengan ambalan dinding. Tanaman yang digunakan untuk saat ini, berupa tanaman reduktor seperti sansevieria atau lidah mertua,” papar Aditya Ajie Nugroho di Semarang, Senin (20/7/2020).

Lebih jauh diterangkan, sesuai dengan namanya, mereka melakukan teknik kokedama dalam menghadirkan produk pertanian tanaman hias.

“Berbeda dengan yang lainnya, kita gunakan teknik kokedama, teknik menanam dari Jepang, berupa menempatkan tanaman dalam bola tanah kemudian membungkusnya dengan moss atau lumut, lalu mengikatnya dengan tali. Nantinya tanaman ini, bisa diletakkan atau digantung,” lanjutnya.

Sementara, anggota lainnya Rizky Aji Pangestu menambahkan, startup tersebut berbasis web, dengan alamat web-kokedama.wixsite.com/kokedama-site

“Website ini dibuat hanya baru untuk tampilan user. Namun untuk fitur website sendiri dari wix.com menyediakan fitur login dan penambahan barang ke dalam cart atau keranjang belanja,” terangnya.

Dijelaskan, pengguna atau pengunjung website dapat login menggunakan akun google, akun facebook, dan akun email.

Jika tertarik dengan produk kokedama, pembeli dapat menambahkan produk yang akan dibeli ke dalam keranjang belanjaan.

“Kita harapkan dengan ini, memudahkan pecinta tanaman hias, atau mereka yang ingin menghias rumah, kantor dan lainnya, bisa memilih tanpa harus datang langsung. Produknya pun nantinya bisa kita kirimkan ke alamat masing – masing pemesan,” tambahnya.

Pihaknya pun sudah bekerjasama, dengan petani tanaman hias di kawasan Bandungan Kabupaten Semarang, untuk memenuhi permintaan tanaman hias.

“Sejauh ini, para petani tanaman hias di wilayah Bandungan, dalam pemasaran hanya terbatas kepada pengunjung yang datang. Tidak hanya itu, tanaman hias yang ada juga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani. Melalui kerjasama ini, pemasaran produk mereka juga lebih luas, termasuk kreasi kokedama, menjadikan harga jual produk juga meningkat,” tambahnya.

Pihaknya berharap dengan adanya startup co-dama, dapat lebih memperkenalkan tanaman hias dengan teknik kokedama.

“Sekaligus membantu para petani tanaman hias, untuk lebih meningkatkan penjualan dan harga, serta memudahkan penggemar tanaman hias untuk mendapatkan produk kokedama,”pungkasnya.

Lihat juga...