Penuhi Hak Hewan Kurban dengan Teknik yang Benar

Editor: Koko Triarko

Ketua Komunitas Juleha Jateng, Eri Gunarto, saat ditemui di Semarang, Minggu (19/7/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan pada saat hari raya Iduladha atau 10 Zulhijah, tetapi juga dalam tiga hari tasyriq, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Selain itu, ada persyaratan agar hewan yang dikurbankan sah, yakni domba yang sudah berumur satu tahun dan memasuki tahun yang ke dua. Kambing yang sudah berumur dua tahun dan telah memasuki tahun yang ke tiga, serta sapi atau kerbau yang telah berumur dua tahun dan sudah memasuki tahun yang ke tiga.

“Selain syarat sah, yang perlu diperhatikan, yakni teknik merobohkan, cara menyembelih hewan hingga alat yang digunakan. Ini perlu diketahui, agar hak hewan juga perhatikan, sehingga mereka tidak stres,” papar Ketua Komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha) Jateng, Eri Gunarto, di Semarang, Minggu (19/7/2020).

Dirinya mencontohkan, saat menyembelih hewan, diusahkan agar prosesnya berjauhan dari posisi hewan kurban lainnya. Hal tersebut penting, agar tidak membuat hewan kurban stres sebelum disembelih.

“Kalau stres, biasanya mereka tidak mau makan dan minum, hingga memberontak saat proses penyembelihan. Sudah sering kita baca, melihat atau mendengar, hewan kurban lari saat akan disembelih, ini salah satunya disebabkan hewan tersebut stres,” jelasnya.

Selain itu, perlu juga untuk menyiapkan pisau atau golok yang tajam untuk menyembelih. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penyembelihan, dan tidak membuat hewan yang disembelih kesakitan.

Sementara untuk teknik penyembelihan, harus dilakukan di bawah jakun leher. Untuk mempermudah penentuan titik penyembelihan yang tepat, bisa mengukurnya menggunakan jari tangan.

“Ada tekniknya tersendiri, yakni dengan meletakkan tiga jari dari pangkal telinga ke arah leher untuk kambing. Serta lima ruas jari dari telinga ke arah leher untuk sapi atau kerbau. Di jari akhir ini, titik penyembelihan bisa dilakukan,” ungkapnya.

Sementara untuk merobohkan hewan kurban, khususnya sapi atau kerbau, ada dua teknik yang bisa digunakan. “Untuk merobohkan diperlukan tali yang kuat dan cukup panjang. Pertama, teknik burley. Caranya, sapi dipegang dengan tali leher yang kuat, kemudian letakkan tali di atas punggung dengan bagian tengah tepat di atas pundak. Selanjutnya, kedua ujung tali dilewatkan di antara kaki depan dan disilangkan di bawah dada,” terangnya.

Kemudian, masing-masing ujung tali diangkat pada kedua sisi badan dan disilangkan di punggung. Selanjutnya, tali diturunkan kembali dan dimasukkan pada sisi dalam dari kaki belakang bagian dalam.

“Jika sudah tepat, tali cukup ditarik dan hewan akan rubuh,” paparnya.

Teknik selanjutnya, disebut squeeze rope, dengan membuat lingkaran seputar leher sapi, kemudian memindahkan ujung tali ke sisi lain, yang berlawanan melalui punggung dan bagian bawah sapi. Selanjutnya, masing-masing ujung dipegang dan dilingkarkan pada tubuh sapi.

Ketua DMI Kota Semarang, Ahmad Fuad, memaparkan, pihaknya menggelar pelatihan penyembelihan hewan yang diikuti oleh para takmir masjid se-Kota Semarang, pada Sabtu-Minggu (18-19/7/2020).

“Tujuannya agar para takmir masjid ini memiliki ilmu tentang tata cara penyembelihan hewan kurban, sehingga nantinya pada saat pelaksanaan mereka juga bisa melakukan penyembelihan,” terangnya.

Dipaparkan, tidak hanya memberikan edukasi tentang teknik penyembelihan, para takmir masjid tersebut juga dibekali pengetahuan tentang penerapan protokol kesehatan, baik saat penyembelihan hewan hingga pendistribusian daging kurban. Hal tersebut dalam upaya pencegahan Covid-19.

Apresiasi disampaikan salah satu peserta, Hadawi, takmir masjir Mijen. Dirinya berharap, dengan adanya pelatihan tersebut, bisa melakukan penyembelihan sendiri hewan kurban.

“Nantinya masih ada juru sembelih yang membantu, namun dengan ilmu yang didapat ini, nantinya saya juga akan ikut membantu sehingga diharapkan proses penyembelihan hewan kurban bisa berlangsung singkat,” pungkasnya.

Lihat juga...