Pengelola Wisata Bahari di Lamsel Terapkan Prokes Ketat
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pengelola sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan, menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, guna mencegah penyebaran Covid-19. Kendati jumlah pengunjung terus meningkat di era new normal, pembatasan jumlah pengunjung tetap dilakukan.
Ardy Yanto, salah satu anggota kelompok sadar wisata di pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut prokes yang diterapkan berlaku bagi pengelola dan pengunjung.
Destinasi wisata alam bahari yang menyajikan keindahan pantai itu memiliki tiga lapis lokasi pemeriksaan. Pada gerbang pertama, wisatawan diperiksa oleh petugas dengan pemindaian suhu tubuh memakai thermo gun. Pada gerbang ke dua, wisatawan diwajibkan memakai masker. Pada gerbang ke tiga, di area pantai tempat cuci tangan pakai sabun ditempatkan.
Prokes cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak, menurutnya menjadi cara pendisiplinan masyarakat. Objek wisata yang kerap digunakan menikmati akhir pekan, melihat matahari terbenam (sunset) berpotensi menjadi tempat berkerumun. Pengelola membatasi hiburan organ tunggal, kegiatan berkerumun pada area pantai.

“Wisatawan dibatasi jumlahnya, meski minat masyarakat untuk berwisata ke pantai meningkat, hanya pengujung domestik asal Lampung Selatan diprioritaskan, sementara dari zona merah penyebaran Covid-19 seperti Jakarta belum diperkenankan,” terang Ardy Yanto, Minggu (26/7/2020).
Selain objek wisata pantai Minang Rua, destinasi wisata minat khusus pemancingan Batu Alif, mulai dibuka. Akses masuk melalui Dusun Kayu Tabu dibuat portal memakai bambu. Para pemancing yang akan masuk dan membeli tiket, tetap akan diperiksa. Sebab, pemancing kerap berasal dari berbagai wilayah di Lampung. Meski kawasan objek wisata alam menjadi zona hijau, petugas gugus tugas desa tetap memperketat pemeriksaan.
Ardy Yanto menyebut, petugas akan melalukan pemeriksaan kartu identitas, mencatat nomor telepon. Langkah tersebut dilakukan agar petugas bisa melakukan tracing bagi wisatawan yang telah berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bakauheni.
“Pengelola memang telah melonggarkan kunjungan wisatawan, namun prokes tetap diperketat,” tegas Ardy Yanto.
Sementara itu, pembukaan objek wisata alam pulau Mengkudu, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, dilakukan sejak awal Juli, lalu.
Rohmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, menyebut sejak ditutup selama tiga bulan silam, persiapan telah dilakukan untuk menyambut wisatawan. Pengelola menyediakan tempat cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.
“Perahu wisata yang digunakan untuk mengangkut wisatawan selalu disemprot disinfektan pada lokasi tempat duduk,” terangnya.
Petugas parkir yang ditempatkan sekaligus dibekali alat thermo gun untuk pemindaian suhu tubuh. Meski objek wisata bahari pulau Mengkudu merupakan wisata alam, prokes tetap diterapkan. Pada sejumlah saung bambu untuk istirahat, banner imbauan telah dipasang agar pengunjung displin menerapkan prokes.
Hasan, salah satu wisatawan asal Kalianda menyebut, wisata alam menjadi pilihan baginya. Sebab, wisata ke pantai meminimalisir dirinya berkerumun dengan orang yang dari luar wilayah lain.
Prokes yang selalu dilakukan dengan kesadaran mandiri untuk membawa hand sanitizer. Saat pulang ke rumah, ia akan langsung mencuci semua pakaian yang dikenakan.
Sebagai cara menghindari kontak fisik dengan orang lain, Hasan selalu membawa bekal makanan dan minuman. Cara tersebut dilakukan untuk menghindari bersentuhan dengan orang lain. Kegiatan berwisata saat akhir pekan, dilakukan olehnya untuk mendapat udara segar dan energi positif. Bekerja selama sepekan, membuat aktivitas wisata di pantai menjadi alternatif yang dipilih olehnya.