Disparbud Bekasi Dorong Warga Kembangkan Potensi Wisata
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, terus mendorong kreativitas warga dalam mengembangkan potensi wisata alam di wilayahnya. Hal tersebut menjadi salah satu penggerak ekonomi warga.
“Wisata alam di Kota Bekasi, sangat minim, hanya ada beberapa saja yang bisa dikunjungi warga, sebenarnya banyak potensi belum tergarap maksimal. Untuk itu kita mengajak anak muda yang kreatif untuk bersama,” kata Tedi Hafni, Kepala Disparbud Kota Bekasi dihubungi Cendana News, Minggu (26/7/2020).
Dikatakan, saat ini lokasi wisata alam di Kota Bekasi, Jawa Barat sangat terbatas, hanya ada beberapa seperti lokasi wisata Hutan Bambu di Bekasi Timur, Situ Rawa Gede di Rawalubu, Curug Parigi Bantargebang, dan terakhir ada Jembatan Pelangi Engkong Siroj di Jatiasih.
Ia mengajak warga yang memiliki ide kreatif dalam pengembangan lokasi wisata alam, untuk mengusulkan ke Dinas Pariwisata Kota Bekasi untuk bersama dibahas dan dikembangkan. Sehingga akan mampu meningkatkan roda ekonomi warga sekitar.

“Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) perlu dibentuk untuk mengembangkan sekaligus sebagai upaya memelihara lingkungan alam sekitar objek wisata di Kota Bekasi,” tukasnya.
Menurut dia, pembentukan Pokdarwis didasari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM 07/HK.001/MKP-2007 tentang perubahan ke dua atas Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. 17/HK.001/MKP-2005, tentang Organisasi Pedoman Kelompok Sadar Wisata. Kemudian, peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.04/UM.001/MKP/08 tentang Sadar Wisata.
Pokdarwis, lanjut Tedi, bertugas menjaga lingkungan dan mengembangkan kepariwisataan. Sementara Disparbud bersama OPD lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan, Kelurahan dan RW, melakukan pembinaan masyarakat untuk sadar akan penataan dan kebersihan lingkungan yang mendukung bagi pengembangan kepariwisataan.
“Spot-spot di area wisata alam yang ada di Kota Bekasi saat ini tidak terlepas dari kreativitas kelompok masyarakat, tentu bersama program kelestarian lingkungan. Seperti contoh di objek wisata Hutan Bambu,” tandasnya.
Lokasi tersebut memiliki luas areal 2,6 hektare, saat ini semua sudah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang berupa panggung, zona bermain anak, saung, fasilitas WiFi, toilet dan mushala.
Namun demikian, memiliki wisata andalan yakni transportasi sungai, penalaran burung, hingga Dermaga Cinta yang instagramable untuk berswafoto.
Lokasi wisata Hutan Bambu diharapkan menunjang bagi peningkatan PAD dari sektor kepariwisataan bagi pemerintah, serta mendongkrak perekonomian warga sekitar, karena muncul berbagai sentra usaha baru bagi masyarakat yang menetap di sekitar wisata alam tersebut.
Dia mencontohkan, bahwa cikal bakal wisata Hutan Bambu, diawali oleh Pasukan Katak DLH Kota Bekasi membersihkan sampah di Kali Bekasi, dan menjadikan lokasi hutan bambu sekarang sebagai lokasi istirahat, dianggap lokasi yang nyaman, maka bersama warga sekitar membuat saung-saung.
“Saat ini ada agenda Festival Kali Bekasi, sebuah kegiatan massal membersihkan kali Bekasi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi,” ucap Tedi.
Akhirnya, muncul keinginan warga sekitar dan pemerintah mengakomodir, agar potensi wisata ini bisa dikembangkan dan ternyata terus berjalan dengan baik.
Lokasi wisata Hutan Bambu berawal dari lokasi tidak terawat, kotor, menjadi lebih tertata, sebagai destinasi wisata alam yang saat ini ramai pengunjung, terlebih di tiap akhir pekan.