Lembah Indah Malang, Pesona Alam Perbukitan Gunung Kawi

Editor: Koko Triarko

MALANG – Lembah Indah Malang menjadi salah satu alternatif wisata di Kabupaten Malang, yang saat ini mulai banyak dilirik oleh para wisatawan. Udaranya yang sejuk ditambah panorama alam Gunung Kawi dan hamparan perbukitan hijau, menjadikan tempat wisata yang berada di kawasan desa Balesari, kecamatan Ngajum, tersebut menjadi primadona baru. 

Meski masih tergolong baru dan belum resmi dibuka, namun tidak sedikit para traveller yang datang. Hanya berbekal tiket masuk sebesar Rp15.000, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam yang disuguhkan.

Terletak di atas ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan luas hampir 20  hektare, Lembah Indah Malang, tidak hanya menyuguhkan hamparan bukit dan udaranya yang dingin, tetapi juga menyediakan edukasi pertanian dan peternakan, serta penginapan unik.

Deputi General Manager Lembah Indah Malang, Fadli Umam, menceritakan destinasi wisata Lembah Indah Malang hadir karena melihat adanya potensi wisata yang besar, khususnya di kabupaten Malang. Apalagi, lokasinya tidak jauh dengan Gunung Kawi yang terkenal dengan cerita mistisnya.

“Kami melihat lembah ini sebagai sebuah harta karun, karena sebelumnya lokasi ini hanya sebuah hamparan ladang tebu yang mungkin nilainya hanya sebatas sebagai perkebunan,” jelasnya, saat ditemui di lokasi wisata Lembah Indah Malang, Minggu (26/7/2020).

Perkebunan sayur dan buah yang ada di Lembah Indah Malang, Minggu (26/7/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Dari situlah, Umam mencoba menghadirkan destinasi wisata dengan mengusung konsep Edu Resort.

“Alhamdulillah, bulan kemarin tepatnya di bulan Juni, kami sudah mendapatkan izin untuk membuka tempat wisata ini. Namun sampai hari ini, kita belum melaksanakan grand opening karena beberapa hal, salah satunya berkaitan pandemi Covid-19,” akunya.

Disampaikan Umam, proses pembangunan Lembah Indah Malang sebenarnya sudah dilakukan secara bertahap sejak tiga tahun lalu, dan baru mencapai 20 persen dari pembangunan yang direnacanakan.

Menurutnya, konsep Edu Resort sengaja diambil karena tempat wisata ini memberikan edukasi berkaitan dengan pertanian organik, hidroponik, dengan aneka tanaman sayuran dan buah serta peternakan sapi.

Sesuai dengan konsepnya, Lembah Indah Malang juga menyediakan resort untuk tempat menginap yang ditujukan kepada masyarakat kelas menengah hingga menengah ke bawah.

“Jadi, wisatawan bisa datang ke Lembah Indah Malang belajar terkait pertanian dan peternakan, sekaligus menginap di glamour camping (Glamping) berbentuk Dome, seperti rumah Eskimo,” ucapnya.

Luas areanya sendiri hampir 20 hektare, dan ke depan akan ada pengembangan bersama dengan Perhutani di hutan pinus.

Deputi GM, Fadli Umam, menceritakan terkait potensi wisata Lembah Indah Malang, Minggu (26/7/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, terkait pencegahan penularan Covid-19, Umam mengaku pihaknya rutin melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Senin di semua area. Serta menyediakan lebih dari 20 tempat cuci tangan bagi para pengunjung, mewajibkan untuk memakai masker dan jaga jarak.

“Kami juga mendisiplinkan karyawan sedisiplin mungkin, supaya mereka mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Kemudian kita juga membentuk satgas Covid-19 dan bekerja sama dengan dinas kesehatan dan puskesmas terdekat untuk memantau kita,” terangnya.

Umam berharap, Lembah Indah Malang bisa menjadi pionir agar Gunung Kawi ini bisa menjadi kawasan tempat wisata ke depannya.

“Jadi, kita hanya sebagai pintu awal pendobrak, agar Gunung Kawi menjadi tempat wisata alternatif selain Batu,” tuturnya.

Lembah Indah Malang buka setiap hari kecuali Senin, mulai pukul 07.00 WIB -18.00 WIB

Lihat juga...