Komunitas Huruf Kecil Ajak Anak Berkemah Sambil Belajar

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Mengumpulkan anak-anak dan mengajak mereka bermain bersama dan melaksanakan berbagai kegiatan positif, menjadi tujuan dibentuknya Komunitas Huruf Kecil di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain diajari menggambar, anak-anak juga belajar dan bermain bersama, termasuk melaksanakan kegiatan kemping atau berkemah di alam terbuka untuk melatih kemandirian.

“Jumlah anggota komunitas kami ratusan orang, tapi kadang yang datang ikut kegiatan tergantung mood, sehingga kadang puluhan orang anak, bahkan belasan saja,” kata pendiri Komunitas Huruf Kecil, Teti Nong Goah, Minggu (26/7/2020).

Dijelaska Kikan, sapaannya, setelah lama tidak melaksanakan kegiatan kemping atau berkemah, pada Sabtu (25/7) pihaknya mengajak anak-anak untuk berkemah di lokasi dekat pantai Lokaria.

Pendiri Komunitas Huruf Kecil,Kabupaten Sikka, NTT, Teti Nong Goah, saat ditemui, Minggu (26/7/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Kegiatan berkemah ini dibatasi hanya 10 orang anak, karena satu tenda hanya boleh ditempati satu anak saja. Pembatasan peserta dilakukan karena saat ini masih masa pandemi Corona, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan.

“Perlengkapan makan dan minum juga dibawa masing-masing anak, agar steril. Sebelum berkemah, kami mengajak anak-anak menanam pohon dan melakukan edukasi tentang menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Komunitas Huruf Kecil, terang Kika, melaksanakan kegiatan setiap Sabtu sore, agar tidak menggangu proses belajar mengajar di sekolah. Pihaknya lebih menekankan pendidikan karakter dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

“Komuitas ini mengajarkan anak lebih ke pendidikan karakter. Sebelum kemping atau berkemah, kami ajak mereka menanam pohon dan malam harinya masak dan makan bersama,” terangnya.

Anak-anak juga diajari menggambar, berlajar dan bermain bersama, supaya bisa belajar bersosialisasi, bekerja sama, mandiri serta bisa percaya diri.

Awalnya, sebut dia, anggota komunitas terdiri diri murid kelas 5 Sekolah Dasar hingga kelas 1 Sekolah Manengah Pertama. Namun merebaknya pandemi Corona, membuat banyak anak-anak yang belajar secara online, sehingga anggota yang masih kelas 6 SD ke bawah juga diajak bergabung di komunitas.

“Dana kegiatan juga ada yang berasal dari sumbangan donatur dan tabungan dari anak-anak dan dikumpulkan setiap hari Sabtu. Kadang-kadang, di rumah anak-anak tidak bisa bermain dan melakukan hal-hal positif bersama teman-temannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Geraldus G, siswa SMP Frater Maumere yang menjadi anggota komunitas, mengaku senang bisa melaksanakan kegiatan bersama teman-teman seumuran di komunitas.

Geraldus mengatakan, dengan mengikuti kegiatan di komunitas dirinya bisa bertemu dan belajar bersama anak-anak lainnya, melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat.

“Saya senang bisa berkumpul bersama teman-teman dan berkemah di dekat pantai. Saya bisa bermain sambil belajar bersama teman-teman yang sebelumnya tidak saya kenal,” ucapnya.

Lihat juga...