Pengelola Semarang Zoo Pastikan Prokes Diterapkan
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Pengelola Semarang Zoo, memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjung dan petugas di lapangan. Hal tersebut penting, sebab sejak dibuka kembali, kebun binatang satu-satunya di Kota Semarang ini menjadi tujuan wisata favorit masyarakat.
“Masyarakat merespons positif dibukanya kembali Semarang Zoo. Terbukti dari jumlah pengunjung setiap hari, terutama pada Sabtu dan Minggu. Pada seminggu pertama dibuka, sudah lebih dari dua ribu wisatawan,” papar Plt. Direktur Semarang Zoo, Indriyasari, di Semarang, Minggu (26/7/2020).
Seperti diberitakan sebelumnya, obyek wisata yang dikelola Pemkot Semarang tersebut, mulai beroperasi kembali pada Rabu (15/7/2020). Semarang Zoo sempat ditutup sementara, sejak ada kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tahap I.

Selama kurang lebih empat bulan ditutup untuk umum, Pemkot Semarang melakukan sejumlah perbaikan sarana dan prasarana. Termasuk menambah wahana dan koleksi satwa baru.
“Respons positif masyarakat tersebut, kita ikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Ini kita lakukan juga untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama, baik pengunjung atau pun petugas kami,” lanjutnya.
Diakuinya, jumlah pengunjung saat ini jika dibandingkan pada masa sebelum pandemi, ada perbedaan cukup jauh. Namun pada pandemi ini, pihaknya tidak menargetkan jumlah pengunjung, melainkan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
“Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, tentu jauh, dulu rata-rata per minggu ada sekitar 20 ribu pengunjung. Namun, kondisi saat ini tentu berbeda. Itu sebabnya, kami juga tidak menargetkan pengunjung yang banyak, tapi bagaimana menjaga mereka bisa merasa nyaman dan aman saat berwisata,” tambahnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tersebut, memastikan pihaknya juga terus mengingatkan kepada pengunjung, agar tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Protokol kesehatan di Semarang Zoo diterapkan secara ketat. Seluruh pengunjung harus mengenakan masker. Mereka juga diminta untuk cuci tangan di tempat yang telah tersedia. Pembayaran juga sudah mulai nontunai, untuk mengurangi interkasi secara fisik.
Selain itu, pada area antrean tiket masuk juga sudah diberi tanda, agar pengunjung bisa menjaga jarak. Di beberapa titik area ticketing, juga tersedia hand sanitizer yang bisa digunakan untuk mencuci tangan.
Saat akan masuk ke kebun binatang, petugas juga memeriksa suhu tubuh setiap pengujung. Mereka yang sakit atau demam dengan suhu di atas 37,5 derajat celcius, dipastikan tidak boleh masuk.
Sementara di dalam lokasi Semarang zoo, di setiap kandang binatang juga diberi penanda jarak, agar para pengunjung tidak saling berdekatan ketika melihat hewan.
“Termasuk juga di setiap bangku pun telah ditandai, agar physical distancing terlaksana,” ujarnya.
Di satu sisi, pengelola Semarang Zoo juga membuka pintu bagi komunitas atau pun pencinta satwa yang hendak memberikan donasi pakan untuk koleksi satwa yang ada.
“Saat ini terdapat 281 koleksi satwa dari 51 spesies yang ada. Kita juga membuka pintu bagi masyarakat, komunitas atau pecinta satwa, yang ingin berdonasi pakan,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang pengunjung Semarang Zoo, Diah Setyorini, mengaku senang dengan dibukanya kembali Semarang Zoo, sehingga dirinya bisa mengajak keluarganya untuk berwisata.
“Kebetulan anak saya yang paling kecil minta jalan-jalan ke kebun binatang sejak bulan lalu. Begitu saya tahu Semarang Zoo sudah dibuka, tentu senang, karena bisa menuruti keinginan anak,” terangnya.
Meski tidak dipungkiri, bahwa berwisata di tengah pandemi memberikan kekhawatiran, namun dirinya memastikan dia dan anggota keluarga yang lain, menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
“Rasa khawatir pasti ada, namun kita sebisa mungkin untuk menjaga jarak, memakai masker, bawa hand sanitizer. Selain itu, kalau saya lihat, pengelola Semarang Zoo juga melakukan penerapan protokol kesehatan dengan baik,” tambahnya.
Dirinya juga mengapresiasi positif berbagai perbaikan yang dilakukan, sehingga tampilan Semarang Zoo juga makin menarik. “Termasuk adanya koleksi binatang baru dan wahana permainan lainnya,” pungkasnya.