Erupsi Gunung Anak Krakatau Belum Berdampak ke Sektor Pariwisata

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG, Cendana News – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang meningkat selama tiga hari terakhir belum berdampak ke sektor pariwisata di Pantai Belebuk dan Pulau Mengkudu.

Sejumlah wisatawan masih mendatangi objek wisata Pantai Belebuk dan Pulai Mengkudu di kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, itu.

Rahmat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, menyebut antusiasme wisatawan mengunjungi Pantai Belebuk dan Pulau Mengkudu di Desa Totoharjo, masih tinggi.

“Informasi erupsi Gunung Anak Krakatau memang sudah banyak tersebar. Namun, minat kunjungan ke pantai ini masih tinggi,” kata Rahmat kepada Cendana News, Minggu (24/4/2022).

Tampaknya meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau justru menambah daya tarik tersendiri.

Pasalnya, dari Pantai Belebuk itu wisatawan bisa melihat kolom abu

Gunung Anak Krakatau yang ada di tengah laut tersebut.

Namun demikian, pengelola objek wisata mengimbau wisatawan tetap menggunakan masker dan kacamata.

Penggunaan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik yang terbawa angin.

Menurut Rahmat, wisatawan tetap bisa menikmati suasana pantai dengan kewaspadaan.

“Meski erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung, namun kondisi cuaca cerah dan ombak tenang,” ujar Rahmat.

Sementara itu di Pulau Mengkudu, pengelola menyediakan fasilitas kano, perahu, dan saung, agar wisatawan bisa menikmati suasana pantai.

Indah, salah satu pengunjung mengaku bisa melihat erupsi Gunung Anak Krakatau secara langsung. Dan, mengabadikannya dengan kamera handphone.

“Saya bisa menikmati suasana pantai sambil melihat erupsi gunung api aktif di tengah laut dari pantai Pulau Mengkudu,” kata Indah.

Sementara itu petugas pengamat Gunung Api Anak Krakatau, Hendra Supratman Putra menyatakan erupsi masih terus berlangsung.

Sesuai pengamatan visual dari CCTV di pulau Sertung dan CCTV Lava 93, terlihat kolom abu mencapai ketinggian sekitar 1500 meter.

Gunung api di Selat Sunda dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut itu mengalami gempa tremor menerus, dengan amplitudo 40 hingga 50.

Sesekali terdengar suara gemuruh, dan saat malam hari terlihat pijar api. Kolom abu mengarah ke Timur mengikuti arah angin.

“Sesuai data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada level 2,” jelas Hendra.

Hendra menyebut, warga sekitar pantai, nelayan dan wisatawan diminta waspada. Tetap menjaga jarak dengan radius 2 kilometer.

“Warga yang berada di pantai juga diimbau tetap memakai masker untuk menghindari gangguan pernapasan,” kata Hendra.

Lihat juga...