Meskipun Hampir Roboh Madrasah di Buleleng ini Tetap Bertahan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BULELENG – Kondisi sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Yakin Rajatama yang terletak di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt Buleleng sangat mengkahawatiran. Bagaimana tidak, kondisi bangunan mulai rapuh dimakan usia. Terlihat plafon sekolah mulai bocor bahkan tidak jarang ada yang jatuh. Dan gedung bangunan yang sudah mulai retak dimana-mana. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan akan sangat membahayakan murid maupun guru saat proses pembelajaran berlangsung.

Ida Laila, mewakili guru mengatakan, kondisi gedung sekolah yang rusak seperti ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, gedung sekolah yang dibangun sejak tahun 1976 ini belum pernah dilakukan renovasi. Padahal, sekolah MI sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat muslim di desa tersebut yang memiliki kurang lebih sebanyak 90 Kepala Keluarga (KK).

Salah seorang guru, Ida Laila, saat ditemui Kamis (23/7/2020). Dia mengatakan, kondisi gedung sekolah yang rusak seperti ini sudah berlangsung sejak lama bahkan gedung sekolah yang dibangun sejak tahun 1976 ini belum pernah dilakukan renovasi. -Foto: Sultan Anshori.

“Kondisi ini sudah lama, Mas. Mau bagaimana lagi, sebenarnya jika mau jujur dengan kondisi seperti ini sangat tidak representatif  dalam mendukung proses belajar mengajar kepada anak-anak. Takut membahayakan, apalagi ketika musim hujan sering bocor,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/7/2020).

Ibu Ila, sapaan akrabnya, menambahkan, pihaknya mengaku selama jni memang belum pernah mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah. Artinya baru terpikir untuk membuat proposal bantuan kepada dinas terkait akan kondisi sekolah yang dia pimpin.

Menurutnya, di sekolah ini muridnya tidak banyak. Dengan dibantu guru pengajar enam orang yang berstatus pengabdi pihaknya mengajar kepada 39 orang siswa yang duduk dari kelas satu hingga kelas enam.

Dikatakan, untuk operasional sendiri selama ini sebatas mengandalkan BOS namun diakui sangat minim dan bantuan dari masyarakat. Bahkan, satu guru di antara enam tenaga pengajar di MI sekolah tersebut yang berstatus PNS sebagian gajinya digunakan untuk operasional sekolah.

“Guru di sini mendapatkan honor dari BOS rata-rata Rp250 ribu per bulan. Saya berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib sekolah kami dan kesejahteraan kami agar bisa tetap mengabdi kepada masyarakat,” kata Ila.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Lewa, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Buleleng, mengakui, sudah mengetahui adanya kondisi sekolah tersebut. Pihaknya juga sudah mendapatkan laporan dan sudah turun ke lokasi pada Sabtu (18/7/2020) lalu, bersama tim Kemenag.

Pihaknya mengatakan, akan membantu pihak sekolah dalam proses pengajuan proposal terkait rencana renovasi gedung sekolah tersebut ke kementerian. Namun, harus diakui, saat ini belum ada bantuan dari pusat untuk gedung sekolah swasta.

Namun, pihaknya, terus mencari solusi terbaik. Misalnya mencari salah satu kebijakan yang mungkin adalah adanya dana suplemen dari pusat dengan merujuk pada madrasah. Setidaknya pemerintah harus memperhatikan dan ada jalan keluar yang solutif sesuai kebutuhan madrasah.

“Sudah, kami kemarin sudah turun ke lokasi sekolah. Dan kami memotivasi teman-teman guru di sana,” tandas Lewa.

Lihat juga...