Khusus untuk Covid-19, Lahan TPU Jatisari Semarang Masih Mencukupi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Grafik covid-19 di Kota Semarang, berdasarkan laman siagacorona.semarangkota.go.id, per tanggal 21 Juli 2020 pukul 15.00 WIB, jumlah kasus positif yang tengah dirawat mencapai 853 pasien, dengan 193 dari pasien luar kota. Sementara, angka kematian mencapai 316 orang dan kesembuhan sebanyak 1.993 orang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, memaparkan keberadaan TPU khusus covid-19, untuk meminimalisir dinamika di lapangan, agar tidak terjadi penolakan warga, saat ditemui di Semarang, Selasa (21/7/2020). Foto Arixc Ardana

Dari angka pasien meninggal akibat covid-19 tersebut, sebanyak 142 orang di antaranya, dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Jatisari Mijen Semarang.

Pemerintah Kota Semarang memastikan ketersediaan lahan pemakaman, untuk pasien covid-19 yang meninggal. Salah satunya di TPU Jatisari Mijen, yang memang diarahkan untuk kasus covid-19.

“Per tanggal 19 Juli 2020, ada sebanyak 142 orang kasus covid-19, yang dimakamkan disana,” papar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali di Semarang, Selasa (21/7/2020).

Dijelaskan, meski TPU Jatisari sebagian lahannya, sudah digunakan untuk pemakaman umum warga. Namun, pihaknya memastikan, lahan untuk pemakaman covid-19, tidak bercampur dengan umum.

“Luas TPU Jatisari sekitar 20 hektar, sementara yang digunakan untuk pemakaman ada 17 hektar, tiga hektar sisanya untuk infrastruktur pendukung, seperti jalan dan saluran air. Sejauh ini, untuk pemakaman umum baru sekitar dua hektar, jadi masih ada lahan yang cukup luas, yang bisa digunakan untuk pemakaman pasien covid-19,” terangnya lagi.

Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan luasan lahan yang akan digunakan untuk pemakaman covid-19, namun selama ada pasien yang meninggal akibat pandemi tersebut, pihaknya mempersilahkan untuk menggunakan pemakaman di TPU Jatisari.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan, keberadaan lahan khusus pemakaman bagi pasien covid-19 yang meninggal dunia tersebut, untuk meminimalisir dinamika di lapangan, jika terjadi penolakan pemakaman oleh warga asal pasien covid-19.

“Beberapa waktu lalu, kita melihat kegalauan dan dinamika di lapangan, yang bahkan sempat terjadi penolakan oleh warga di daerah lain, yang tidak ingin pasien covid-19 ini dimakamkan di areal TPU di wilayah tersebut,” terangnya.

Berkaca dari persoalan tersebut, pihaknya lalu menyediakan lahan khusus bagi pasien covid-19, yang meninggal dunia. Disatu sisi, pihaknya juga berharap seluruh pasien covid-19 yang saat ini dirawat bisa sembuh.

Lihat juga...