BATAN Dorong Aplikasi Nuklir di Bidang Peternakan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Walaupun tidak banyak terdengar, tapi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ternyata sudah berkontribusi juga dalam bidang peternakan. Bahkan, hal ini sudah dilakukan sejak lama dan juga sudah diperkenalkan hingga mancanegara. Aplikasi iptek nuklir ini, diyakini mampu untuk meningkatkan produk peternakan Indonesia sehingga lebih memiliki daya saing di pasar mancanegara.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, menyebutkan, sosialisasi litbang Batan di bidang peternakan merupakan suatu upaya BATAN untuk lebih membumikan iptek nuklir dalam berkontribusi di pembangunan ekonomi Indonesia.

“Harus diakui aplikasi iptek nuklir di bidang peternakan memang tidak sepopuler bidang lainnya, seperti varietas tanaman unggul. Padahal sudah banyak hasil dari BATAN. Misalnya untuk inseminasi maupun membangun pangan dan vaksin,” kata Anhar saat seminar online PAIR BATAN, Selasa (21/7/2020).

Kondisi ini, menurutnya, merupakan tantangan bagi peneliti Batan. Yaitu, bagaimana hasil litbang BATAN bisa bersaing dengan teknologi lain untuk bisa dihilirisasi dan dinikmati masyarakat serta industri.

“Harus bisa bersaing secara ekonomi maupun kualitas. Tidak mahal tapi harus bisa menghasilkan sesuatu yang diharapkan dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Harapannya, dalam lima tahun ke depan, peneliti BATAN di bidang peternakan sudah bisa  memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan salah satu pilar Batan, yaitu mengkomersialisasikan dan menghilirkan produk iptek nuklir yang memiliki kemampuan mendorong Indonesia yang maju, berdaya saing dan sejahtera,” tandasnya.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat, memaparkan pemanfaatan iptek nuklir di bidang peternakan yang dilakukan Batan menyasar pada peningkatan reproduksi, asupan nutrisi dan kesehatan ternak.

Kepala PAIR BATAN, Totti Tjiptosumirat, saat seminar online PAIR BATAN terkait peternakan, Selasa (21/7/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Pemanfaatan iptek nuklir untuk peternakan ini sudah diaplikasikan cukup lama di kawasan Asia Pasifik, Amerika Latin, dan Afrika,” ujar Totti.

IAEA, sebagai badan nuklir dunia sendiri memberikan perhatian dengan membentuk divisi khusus, yaitu Animal Production and Health Action.

“Divisi inilah yang mengkoordinasikan penyaluran dukungan IAEA dalam bentuk program nasional, regional dan penelitian bidang peternakan,” ujarnya lagi.

Totti menyebutkan di BATAN sendiri, salah satu contoh yang dilakukan dalam bidang peternakan adalah dalam bidang pakan ternak.

“Dilakukan peneliti untuk perbaikan mutu pakan dengan membuat formula suplemen pakan dari hasil limbah pertanian, industri pertanian, pangan dan hijauan berserat kasar berprotein tinggi. Dengan memanfaatkan teknik perunut radioisotop, dilakukan penelitian terhadap proses fermentasi dalam rumen ternak ruminansia sehingga bisa ditemukan suatu formula khusus yang memastikan bahwa makanan memiliki manfaat maksimal bagi tubuh ternak,” pungkasnya.

Lihat juga...