IGD RSUD Ngudi Waluyo Blitar Sudah Siap Kembali Melayani Masyarakat

Tim dokter memeriksa awal pasien terkait wabah corona atau COVID-19 di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (28/3/2020) – Foto Ant

BLITAR – Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sudah siap beroperasi kembali. Tim kesehatan telah melakukan protokol general cleaning dan penataan ulang tenaga kesehatan di sarana tersebut.

“Setelah dilakukan protokol general cleaning dan penataan ulang ketenagaaan, Senin, 27 Juli 2020 jam 07.00 WIB IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi siap dibuka kembali untuk melayani masyarakat,” kata Bupati Blitar, Rijanto, Minggu (26/7/2020).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, sebelumnya mengungkapkan, terdapat klaster baru yakni klaster RSUD Ngudi Waluyo. Klaster tersebut juga disebut gowes (bersepeda), dengan 31 orang ditemukan positif pada Jumat (24/7/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengakui adanya tambahan kasus konfirmasi positif pada Jumat (24/7/2020) yang mencapai 39 orang. Dari jumlah itu, yang paling banyak ditemukan dari klaster RSUD Ngudi Waluyo, Kabupaten Blitar. Pihaknya juga langsung melakukan penelusuran dari temuan kasus tersebut. Krisna Yekti berharap, dengan tracing yang telah dilakukan dapat lebih mudah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Krisna mengklaim sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Ngudi Waluyo Blitar, dan sudah dilakukan tes cepat. Namun, untuk penutupan fasilitas rumah sakit, masih menunggu perkembangan dan koordinasi lebih lanjut. “Pihak rumah sakit masih melakukan swab untuk petugas di beberapa ruangan. Apa boleh buat kalau kondisinya seperti ini apabila ditutup kami arahkan ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Jika penuh ke Medika. OTG (orang tanpa gejala) kami arahan ke rumah isolasi. Pasien bisa juga kami rujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Pare, Surabaya atau Malang,” tandasnya.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo, dr Endah Woro Utami mengatakan, 31 orang yang terkonfirmasi itu tersebar. Ada yang bertugas di medis, perawat, hingga bagian administrasi. “Ya ada medis, perawat, administrasi. Jumlahnya bisa turun, yang sudah lama bisa negatif. Bisa juga naik, kan kami tracing terus,” kata Woro.

Sementara itu, data pada Minggu (26/7/2020) jumlah pasien yang dipantau mencapai 22 orang, pasien yang diobservasi ada 18 orang, dan yang terkonfirmasi mencapai 67 orang. Di Kabupaten Blitar, dari 22 kecamatan hanya terdapat dua kecamatan yang tidak ada temuan kasus, baik yang dipantau, diobservasi ataupun dikonfirmasi. Dua kecamatan itu adalah Udanawu dan Bakung.

Sedangkan, sisanya mayoritas sudah ada temuan kasus, baik yang dipantau, dirawat maupun terkonfirmasi. Pemerintah Kabupaten Blitar meminta warga tetap waspada, melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rajin cuci tangan, menggunakan masker serta menerapkan jaga jarak.  (Ant)

Lihat juga...