TMII Bersolek Sambut ‘New Normal’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berbenah meningkatkan pelayanan, dengan menerapkan protokol kesehatan bagi kenyamanan dan keamanan pengunjung saat nanti kembali operasional di era tatanan hidup baru, new normal.

Komisaris Utama TMII, Bambang Wibawarta, menyatakan sejak TMII tutup sementara pada pertengahan Maret 2020 lalu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi dibukanya kembali wahana wisata budaya Indonesia, ini.

Berbagai persiapan itu, menurutnya  mulai dari rapat penanganan pandemi Covid-19 di lingkungan TMII, dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas), penyemprotan disinfektan secara berkala, dan sosialisasi internal tentang protokol kesehatan juga menjadi hal penting.

“Pan SDM (Sumber Daya Manusia) internal TMII harus paham benar, apa itu protokol kesehatan, bagaimana pentingnya. Apa bahayanya kalau tidak menantaati,” ujar Bambang, kepada Cendana News ditemui pada kegiatan penyemprotan disinfektan di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Komisaris Utama TMII, Bambang Wibawarta saat ditemui pada kegiatan penyemprotan disinfektan di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Rabu (10/6/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Manajemen TMII juga telah menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk operasional pembukaan kembali TMII.

Mulai dari fasilitas tempat cuci tangan lengkap dengan sabun antiseptik yang disediakan di setiap pintu masuk TMII, hingga ke titik-titik lainnya di setiap unit dan wahana rekreasi, juga gedung-gedung pertemuan, seperti Sasono Utomo, Sasono Adhiguno dan lainnya.

Selain itu, juga ada pembatasan jumlah pengunjung. Kapasitas pengunjung TMII, jika hari libur bisa mencapai 30 ribu pengunjung, saat beroperasi nanti akan dilakukan pembatasan 50 persen.

Manajemen TMII juga melaksanakan tindakan preventif, yakni setiap pengunjung akan diukur suhu tubuh oleh petugas pintu masuk.

Begitu juga saat berada di dalam TMII, tersedia pos pengukuran suhu tubuh di area parkir utara. Di pos ini, pengunjung akan kembali diukur suhu tubuhnya.

Demikian pula saat pengunjung bertandang ke unit-unit TMII, seperti anjungan daerah, museum dan wahana rekreasi, pengukuran suhu tubuh akan dilakukan kembali.

Anjuran cuci tangan juga disampaikan kepada pengunjung, sebelum dan sesudah memasuki unit tersebut. Petugas TMII juga akan selalu mengingatkan pengunjung TMII, agar memakai masker dan menjaga jarak.

Selain itu, manajemen TMII juga menyediakan pos ruang isolasi dan menjalin kerja sama dengan rumah sakit Ridwan Meuraksa dan rumah sakit Cipayung.

Sehingga, kata Bambang, jika nanti terjadi sesuatu, misalnya ada 20 pengunjung dalam satu bus, setelah diukur suhu tubuhnya, ada satu orang yang panasnya tinggi, maka apa yang harus di lakukan terhadap pengunjung itu.

“Nal, hal-hal seperti itu agar tidak gagap SDM-nya harus siap dan paham. Peralatan juga harus siap, mulai dari Alat Perlindungan Diri (APD), alat suhu tubuh, ruang isolasi, dan rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Terkait semua persiapan tersebut, manajemen TMII telah melakukan simulasi protokol kesehatan yang diikuti oleh karyawan TMII.

Sosialisasi protokol kesehatan juga telah disampaikan kepada semua unit anjungan daerah, museum, wahana rekreasi dan unit usaha seperti pedagang yang berada di area TMII.

Pembersihan fasilitas yan bersentuhan langsung dengan pengunjunga juga telah dilakukan secara rutin. Sehingga menuju tatanan hidup normal, TMII sangat siap dengan akan dibuka kembali pada 20 Juni mendatang.

“Era new normal, semua wisatawan sangat peduli kebersihan, kenyamanan dan keamanan di obyek wisata, seperti TMII. Kita terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” tandasnya.

Seperti halnya pada Rabu (10/6/2020), kegiatan penyemprotan disinfektan massal dilakukan di kawasan, bekerja sama dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.

“Penyemprotan hari ini yang terbesar, dan baru TMII, obyek wisata di Jakarta yang disemprot oleh dinas dari DKI Jakarta,” ujarnya

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, ditemui pada kegiatan penyemprotan disinfektan di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Rabu (10/6/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Menurutnya, penyemprotan ini untuk memperbesar skala pengamanan, agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat wisata ke TMII.

“Kita ini kan perlu aman dan nyaman kalau ke area wisata. Kalau nggak nyaman, nggak berani ngapain-ngapain, beli makan juga nggak berani. Jadi, sedapat mungkin memaksimalkan upaya agar pengunjung merasa nyaman dan  aman dari Covid-19,” paparnya.

Jika nanti TMII operasional kembali dalam era new normal, kata Bambang, tentu dampaknya banyak sekali, bukan hanya dari sisi ekonomi.

“Tapi juga banyak pegawai yang kembali kerja, pedagang kembali aktif, dan yang mengadakan acara atau kegiatan budaya juga kembali membahana. Jadi, dampaknya akan sangat besar, sehingga butuh kerja sama semua pihak untuk mensosialisasikan, sangat penting,” imbuhnya.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menambahkan penyemprotan disinfektan di TMII merupakan rangkaian program kerja yang ditugaskan oleh Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 DKI Jakarta.

“Kami ditugaskan untuk sterilisasi disinfektan di fasilitas umum, sosial dan tempat ibadah. Nah, TMII ini objek wisata yang pertama kami lakukan penyemprotan,” ujar Satriadi, kepada Cendana News.

Menurutnya, penyemprotan disinfektan dilakukan bertujuan untuk menjaga lingkungan TMII dari penularan pandemi Covid-19, menjelang akan dibukanya kembali TMII.

“Kami berharap, pengunjung yang datang ke TMII akan merasa aman, nyaman dan paling penting sehat. Karena, kami yakin TMII juga menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah,” pungkasnya.

Lihat juga...