SKO Kemenpora Fokus Pembinaan Lima Cabang Olahraga Olimpiade

245 pemain bulu tangkis muda mengikuti pra seleksi diklat bulu tangkis SKO Ragunan di Gelanggang Remaja Ciracas Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Kemenpora di Cibubur, Jakarta, berencana untuk fokus pada lima cabang olahraga Olimpiade. Hal itu dipilih sebagai upaya efektivitas, serta peningkatan kualitas bibit atlet.

Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO Kemenpora, dr. Bayu Rahadian menyebut, lima cabang olahraga Olimpiade tersebut diantaranya, bulu tangkis, angkat besi, dan atletik. “Pada prinsipnya, PPLP dan SKO harapannya bisa ditingkatkan kualitasnya, dan mengenai cabangnya kita kerucutkan ke cabang Olimpiade yang lebih prioritas,” ujar Bayu, kamis (11/6/2020).

Saat ini, PPLP dan SKO yang ada di Indonesia sudah berfokus ke cabang-cabang Olimpiade. Tetapi, masih ada beberapa daerah yang memiliki terlalu banyak cabang, serta mengandalkan cabang non Olimpiade, seperti sepak takraw dan pencak silat. Namun bukan berarti cabang-cabang non Olimpiade itu akan dihilangkan. Sebagian cabang yang lain disebut Bayu, cukup memberikan kontribusi berupa prestasi di kejuaraan internasional level ASEAN maupun Asia.

Sementara cabang yang dinilai kurang berprestasi akan dievaluasi lagi. Sayangnya, kondisi anggaran yang cenderung stagnan setiap tahun, menjadi kesulitan tersendiri untuk bisa meningkatkan kualitas calon atlet secara maksimal. “(Anggaran) dari tahun ke tahun tidak berubah. Kita harus mengantisipasi untuk perkembangan (siswa). Konsumsi kan meningkat terus,” jelasnya.

Saat Ini total ada 13 cabang olahraga yang dikelola SKO Kemenpora yaitu, angkat besi, atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, gulat, panahan, pencak silat, renang, sepak bola, taekwondo, tenis meja, dan tenis lapangan.

Kemenpora sebelumnya telah memindahkan siswa-siswinya dari SKO Ragunan ke pusat pengembangan di Cibubur. Hal itu dilakukan, sehubungan dengan adanya keputusan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik tanah untuk merenovasi kawasan tersebut. SKO Ragunan saat ini hanya ditempati sebagai pusat pendidikan dan latihan pelajar atlet binaan DKI Jakarta. Kondisi dan fasilitas SKO Cibubur diakui Bayu masih belum memadai, jika dibandingkan dengan yang ada di SKO Ragunan.

Minimnya fasilitas juga memaksa Kemenpora harus menyewa tempat pelatihan di lokasi lain. “Kualitas pengelolaannya kurang lebih masih sama dan memang perlu ditingkatkan. Fasilitasnya kita sewa karena di situ yang ada hanya tenis dan gym. Ada ruang-ruang masih butuh peningkatan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...