Petani Lamsel Alami Kerugian Imbas Padi Roboh Tergenang Air
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Ratusan petani padi Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) merugi imbas padi roboh tergenang air.
Suryanto, salah satu petani padi di Desa Bandar Agung menyebut kerusakan padi varietas Muncul siap panen terjadi merata di sejumlah desa. Lahan padi yang rusak berada di Desa Sukarandek, Bandanhurip, Margajasa dan sejumlah desa lain.
Pemilik lahan satu hektare yang ditanami padi tersebut mengaku hanya setengah hektare tanaman padi bisa diselamatkan. Tanaman padi yang rusak menurutnya imbas angin kencang, hujan saat padi mulai menguning. Proses pengikatan batang tanaman padi yang masih tegak dilakukan agar tanaman tetap bisa dipanen.
Normalnya Suryanto bisa mendapat hasil panen sebanyak 6 ton gabah kering panen (GKP). Namun saat panen masa tanam kedua yang berlangsung hingga awal Mei ia hanya mendapatkan hasil sekitar 2 ton.
Hasil panen yang dilakukan secara manual sebagian memiliki kualitas yang buruk. Sebab bulir padi terendam air imbas batang tanaman roboh.
“Total tanaman padi yang roboh di wilayah Sragi bisa mencapai ratusan hektare karena berada di lebih dari lima desa yang mengandalkan irigasi aliran sungai Way Sekampung, hanya sebagian lahan yang bisa diselamatkan,” terang Suryanto saat ditemui Cendana News pada lahan sawah miliknya, Jumat (5/6/2020).
Suryanto menyebut varietas padi muncul sangat cocok ditanam pada area persawahan wilayah tersebut. Sebab kondisi lahan dominan selalu tergenang air.
Namun memasuki masa padi menguning kondisi cuaca didominasi angin kencang dan hujan lebat mengakibatkan tanaman padi roboh. Sebagian padi yang roboh berimbas batang dan bulir terpaksa tidak dipanen.
Proses pemanenan padi roboh menurutnya terpaksa dilakukan secara manual. Memanfaatkan sabit, ani-ani tanaman padi hanya dipangkas bagian mali. Sebab pada kondisi normal petani kerap mempergunakan alat pemanen padi (combine harvester). Sebelum dibawa ke lokasi penjemuran sebagian batang tanaman padi dikeringkan di tepi sawah.
“Proses pemangkasan batang padi dilakukan manual tanpa mesin sehingga lebih lama, batang yang sudah roboh dibiarkan tidak dipanen,” ujarnya.
Suryanto menyebut pilihan tidak memanen padi yang telah roboh karena sebagian telah berkecambah. Tanaman padi roboh yang terendam air menurutnya sudah tidak bisa diselamatkan. Sejumlah pemilik ternak ayam dan bebek serta para pengasak memanfaatkan padi yang rusak untuk sumber pakan.
Lukman, salah satu pengasak tanaman padi mengaku mencari bulir padi dari batang yang sudah roboh. Pemilik lahan yang sudah tidak memanen akan mengizinkannya mencari bulir padi.

Mempergunakan sabit dan karung ia menyisir sejumlah lahan sawah yang sudah tidak dipanen pemilik. Padi yang diperoleh dengan proses ngasak selanjutnya akan dijemur untuk campuran pakan ayam dan bebek.
“Bulir padi yang sebagian sudah berkecambah akan dicampur dengan dedak untuk pakan bebek petelur,” cetusnya.
Imbas tanaman padi roboh setiap petak sawah disebutnya hanya sebagian bisa dipanen. Sisanya dibiarkan membusuk meski pada bagian bulir masih terdapat padi.
Meski hanya mengasak dalam sehari ia bisa memperoleh sekitar 50 kilogram padi dalam kondisi basah. Setelah dijemur padi akan ditumbuk untuk campuran pakan bebek dan ayam.
Kerugian imbas tanaman padi roboh dialami Nurbaiti mencapai jutaan rupiah. Sebab pada kondisi normal ia bisa mendapat 6 ton hasil panen. Harga GKP pada level petani menurutnya bisa mencapai Rp4.000 per kilogram.

Namun selama masa panen didominasi padi roboh harga hanya mencapai Rp3.500 per kilogram. Hasil biasanya mencapai Rp24 juta hanya diperoleh Rp7 juta sebab ia hanya mendapat hasil panen 2 ton.
“Sebagian tanaman padi tidak bisa dipanen karena terlanjur terendam air bahkan berkecambah,” bebernya.
Sebagian hasil panen yang berhasil diselamatkan menurut Nurbaiti dijemur memanfaatkan sinar matahari. Sisa hasil panen yang sebagian rusak menurutnya akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.
Padi yang sudah terlanjur terendam air menurutnya memiliki kualitas beras yang kurang sempurna karena berwarna hitam dan pecah saat digiling dan tidak laku dijual.