Persemaian Permanen Karangsari Lamsel Fasilitasi Bibit Pohon

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Agung Sutejo, koordinator pekerja pembibitan Persemaian Permanen (PP) Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) mendukung masyarakat melakukan penghijauan. Pada tahun ini, memfasilitasi masyarakat yang akan menanam jenis pohon hasil hutan bukan kayu (HHBK). Penanaman pohon jenis HHBK bertujuan untuk konservasi lingkungan berbasis ekonomi kerakyatan.

Persemaian Permanen milik Balai Besar Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS WSS) disebutnya menyediakan 343.000 bibit pohon HHBK. Jenis yang diminati masyarakat meliputi kelor, vetivier, sirsak, alpukat, petai, durian, nangka, kayu manis, jengkol dan jambu jamaika. Berbagai jenis pohon tersebut produktif secara ekonomis tanpa harus ditebang kayunya.

Sesuai dengan upaya pemanfaatan pekarangan, Agung Sutejo menyebut PP di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sediakan bibit secara gratis. Dominan bibit yang disediakan sebanyak 100.000 bibit jenis kelor jadi bagian pemanfaatan pekarangan. Sebab tanaman yang dikenal dengan Moringa oleifera itu miliki manfaat untuk bahan pangan dan kesehatan.

“Fokus bibit pohon HHBK bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan tanpa harus menebang pohon namun bisa memperoleh hasil secara ekonomis, pohon bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain,” terang Agung Sutejo saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (10/6/2020).

Agung Sutejo, koordinator pekerja pembibitan di Persemaian Permanen BPDAS WSS KLHK di Karangsari, Ketapang,Lamsel menyiapkan pesanan bibit masyarakat, Rabu (10/6/2020). -Foto Henk Widi

Berbagai jenis tanaman pohon lain didominasi buah. Terbanyak disediakan tanaman sirsak sebanyak 90.000 batang dan sebanyak 60.000 jambu bol jamaika. Kedua jenis tanaman buah tersebut terbukti efektif menahan longsor, menjaga resapan air dan memberi nilai ekonomis bagi masyarakat. Sebab buah yang dihasilkan bisa dijual untuk bahan minuman.

Permintaan bibit tanaman yang meningkat diakui Agung Sutejo memperlihatkan antusiasme masyarakat melakukan penghijauan. Kepada sejumlah unsur masyarakat ia menyebut permintaan akan tanaman pohon HHBK gratis. Syarat yang diperlukan menurutnya hanya fotocopy KTP, KK, sket lahan dengan koordinat dan luasnya, rekomendasi dari kepala desa.

“Silakan datang ke persemaian permanen dan memilih jenis bibit yang akan ditanam baik pohon kayu kayuan atau HHBK sesuai stok yang ada,” beber Agung Sutejo.

Penyediaan bibit yang terus dilakukan dengan metode media semai cetak (MSC) membuat PP tidak pernah kekurangan bibit. Selain HHBK disediakan juga jenis tanaman kayu kayuan sebanyak 557.000 batang. Bibit tanaman kayu kayuan sebanyak 18 jenis yang disediakan didominasi untuk tanaman penghijauan dan bisa dimanfaatkan bagian kayu. Meski dilakukan pemanenan kayu, penanaman ulang selalu dilakukan oleh masyarakat.

Sahirul Hadi, warga Desa Legundi Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan menanam puluhan pohon jambu bol Jamaika untuk tanaman penghijauan sekaligus menghasilkan secara ekonomis, Rabu (10/6/2020). -Foto Henk Widi

Sahirul Hadi, warga Dusun Sukabandar, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang mengaku menanam puluhan pohon jambu bol Jamaika. Pohon dengan nama ilmiah Syzygium malaccense tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap air. Selain itu dengan masa tumbuh bisa mencapai 60 tahun setiap satu semester tanaman bisa menghasilkan buah yang bisa dijual.

“Sebagian bibit saya minta dari persemaian permanen dan sebagian membeli dari pedagang bibit buah,” terang Sahirul Hadi.

Produktivitas buah jambu bol jamaika menurutnya sangat tinggi. Sebab satu pohon bisa menghasilkan sekitar 2 kuintal buah segar. Pohon yang telah berbuah diakuinya kerap diborong oleh pedagang buah seharga Rp3 juta. Sebab dengan harga rata rata Rp20.000 per kilogram perpohon ia bisa mendapat hasil Rp3 juta. Selain menghasilkan buah setiap enam bulan pohon bisa dijadikan peneduh.

Memiliki batang yang kuat dengan tajuk yang lebar tanaman jambu bol jamaika berguna untuk menahan longsor. Lokasi penanaman yang berhadapan dengan pantai timur Lamsel ikut menjaga perumahan dari terjangan angin. Pohon yang ditanam berjajar sebagai peneduh sekaligus jadi pagar alami untuk mencegah terjangan angin timur. Tanaman itu bisa menjadi tanaman ekologis namun juga menghasilkan secara ekonomis.

Sebagai upaya perbanyakan tanaman ia mulai melalukan proses mencangkok. Pohon jambu bol jamaika yang dicangkok untuk perbanyakan vegetatif sebagian dibagikan kepada masyarakat dan ditanam pada lahan kosong. Ia memastikan ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra pohon jambu jamaika karena jenis tanah yang cocok untuk tanaman konservasi tersebut.

Lihat juga...