Berburu Produk Daur Ulang di Kawasan Barito Semarang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Cuci tangan dengan sabun, menjadi salah satu upaya pencegahan covid-19. Seperti imbauan pemerintah, setiap hendak masuk rumah atau di tempat umum, cuci tangan ini menjadi kewajiban yang harus dilakukan.
Persoalannya, tidak semua rumah memiliki sumber air, seperti sumur atau kran air, yang terdapat di depan rumah. Jika demikan, penggunaan ember atau wadah air berkran menjadi solusi.
Hal itu juga yang mendorong Hartanto, mengunjungi kawasan Barito, Kecamatan Semarang Timur. Di sepanjang bantaran sungai Kanal Banjir Timur (KBT), berderet sejumlah lapak yang menawarkan wadah kran air, seperti yang dicarinya.

Uniknya, beragam produk yang dijual tersebut, dibuat dari barang-barang daur ulang. Mulai dari wadah air berkran, tempat sampah, hingga tempat untuk tandon air atau bahan bakar minyak (BBM).
“Memang niatnya ke sini mau mencari wadah kran air. Ini nantinya mau digunakan untuk tempat air cuci tangan, sebelumnya pakai ember dan gayung. Namun lama-lama tidak praktis, jadi diganti dengan wadah kran,” paparnya, di kawasan Barito Semarang, Rabu (10/6/2020).
Bukan tanpa sebab dirinya mencari di lokasi tersebut. Harga yang relatif terjangkau dan bahan plastik yang digunakan, menjadi salah satu pertimbangannya.
“Harganya lebih murah dibanding jika beli di toko. Ini untuk ukuran 80 liter, saya beli seharga Rp 120 ribu,” terangnya.
Tidak hanya itu, kualitas wadah plastik daur ulang yang digunakan juga cukup tebal, sehingga dirinya tidak khawatir kalau setelah dibeli ternyata bocor atau pecah.
“Ini dibuat dari wadah plastik bekas mentega pabrik roti, jadi lumayan tebal,” terangnya.
Berbeda dengan Hartanto, pembeli lainnya Arifin, mengaku datang ke Barito untuk mencari tempat sampah. Pria yang bekerja sebagai penjaga sekolah tersebut, mendapat tugas untuk membeli perlengkapan tersebut.
“Untuk dipasang di sekolah, kebetulan yang lama sudah rusak. Ini mendapat tugas untuk membeli yang baru, untuk persiapan menjelang tahun ajaran baru juga,” ungkapnya.
Beragam wadah untuk sampah, memang tersedia dari berbagai macam ukuran dan bahan. Pembeli bisa memilih tempat sampah yang dibuat dari ban bekas, tong logam bekas wadah oli, atau tong plastik.
Meski dibuat dari bahan bekas atau daur ulang, kualitasnya tidak perlu diragukan. Tidak hanya itu, berbagai sisa produk yang sebelumnya ada di wadah tersebut, juga dijamin sudah hilang.
“Sudah dibersihkan semua, dari kotoran dan bekas sisa produk yang menempel. Jadi pembeli, bisa langsung pakai,” jelas Suhardi, salah seorang penjual barang daur ulang di kawasan Barito.
Dijelaskan, beragam wadah daur ulang tersebut didapatkannya dari pemasok, yang rutin mengirimkan barang ke lapak miliknya.
“Kondisinya masih apa adanya, nanti baru saya bersihkan dan dibuat menjadi berbagai barang lain,” pungkasnya.