Pengembangan Ikan Puyu Nan Langka Terus Dioptimalkan Pemprov Sumbar
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya untuk mengembangkan ikan puyu dengan cara melakukan penebaran benih di sejumlah titik sungai dan bahkan danau.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, ikan puyu merupakan salah satu jenis yang mulai langka. Padahal dulunya merupakan ikan air tawar yang banyak berkembang dan mudah untuk menemukannya.
Ia menyebutkan, penyebab terjadi kelangkaan, karena adanya cara penangkapan salah yang dilakukan oleh masyarakat. Seperti menyebar racun atau memutas, serta melakukan penyentruman dan bahkan menjaring tanpa membiarkan ikan yang berukuran kecil untuk dilepas kembali.
“Pemprov telah cukup banyak menyebar benih ini. Hari ini di Batang Sungai Kuranji, dulu telah dilakukan di Danau Singkarak, Batang Arau Padang, Danau Cimpago, dan banyak tempat lainnya. Tujuannya, agar ikan puyu bisa berkembang lagi,” katanya, Sabtu (13/6/2020).
Terkait adanya ancaman cara masyarakat dalam melakukan penangkapan, DKP menegaskan ada langkah tegas untuk masyarakat yang melakukan penangkapan ikan dengan cara disentrum dan menyebar racun tersebut.
Yosmeri menjelaskan kegiatan penyetruman adalah cara yang salah dilakukan untuk menangkap ikan. Sebab cara itu dapat membahayakan ekosistem dan manusia.
Hal ini dikarenakan aliran listrik yang digunakan tersebut tidak hanya mematikan ikan-ikan dalam berukurang dewasa, tapi juga turut mematikan hewan kecil yang ada di sekitarnya. Padahal, hewan-hewan kecil itu adalah sumber makanan ikan.
“Sentruman juga mematikan hewan-hewan kecil dan telur ikan, berpotensi merusak ekosistem air tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang melakukan pelepasliaran benih ikan puyu, mengatakan, ikan ini termasuk salah satu yang memiliki rasa enak. Sehingga tak jarang idigunakan untuk memenuhi konsumsi ikan bagi masyarakat.
“Saya imbau masyarakat untuk gemar makan ikan. Karena budaya makan ikan sebagai asupan protein hewani dengan kandungan gizi tinggi untuk mencegah gizi buruk dan kekerdilan pada anak (stunting). Tapi ingat, jangan lakukan cara-cara yang dapat merusak perkembangannya,” sebut dia.
Melalui kegiatan pelepasliaran ikan di Masjid Al Munawarah Pilakuak Kecamatan Kuranji, Kota Padang tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan ikan puyu, juga diharapkan jadi penambahan ekonomi bagi masjid nya.
Menurutnya, restocking ini merupakan upaya pemerintah untuk menambah stok ikan yang ada. Selain itu ini juga untuk membantu masyarakat yang tidak punya lahan dan ingin budidaya ikan.
“Makan ikan itu murah, sehat dan tersedia banyak. Warga disini bisa memanfaatkan potensi yang ada,” ucapnya.
Nasrul meminta agar masyarakat memahami bahwa sumber protein tidak hanya pada daging, namun justru ikan merupakan sumber protein yang menjadi kekayaan yang melimpah.
“Hari ini stocking atau penebaran bibit di irigasi Bandar Kuranji sebanyak 10.000 ekor yang terdiri ikan Nila 5.000 ekor dan ikan puyu 5.000 ekor,” ujarnya.