Meski Berat, Pengusaha Kuliner di Kulonprogo Mulai Kembali Jalankan Usaha

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Salah seorang pelaku usah kuliner di Kulonprogo, Ari Dwi Lestari. Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Sejumlah pelaku usaha kuliner di wilayah Kulonprogo Yogyakarta mulai kembali membuka usaha mereka di masa transisi pandemi Covid-19 menuju normal baru atau biasa disebut New Normal. Meski sangat berat, mereka mengaku mau tidak mau harus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa bertahan dalam menjalankan usaha.

Seperti diungkapkan salah seorang pelaku usah kuliner, Ari Dwi Lestari, Owner rumah makan Lestari Resto di Jalan Tentara Pelajar Wates Kulonprogo. Ia mengaku harus mulai kembali membuka usahanya meski situasi di masa transisi ini belum menguntungkan. Terlebih Pemerintah DIY hingga saat ini masih menerapkan status Tanggap Darurat Covid-19 hingga 30 Juni 2020 mendatang.

“Tentu bagi pelaku usaha sangat berat untuk memulai. Namun mau tidak mau kita harus tetap menjalankan usaha. Yakni dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Mudah-mudahan kondisi ke depan bisa semakin membaik,” ungkapnya di sela kegiatan Bakti Sosial yang digelar Lestari Resto, Sabtu (13/06/2020).

Selain menerapkan protokol kesehatan bagi setiap pengunjung seperti cuci tangan dengan sabun, penggunaan handsanitizer, jaga jarak atau social distancing, Ari mengaku juga berupaya menggandeng masyarakat sekitar termasuk jajaran pemerintah dan muspika setempat untuk mendukung para pelaku usaha. Pasalnya tanpa dukungan tersebut, pelaku usaha sulit berjalan.

“Kita adakan bakti sosial berupa pembagian sembako gratis untuk warga terdampak Covid-19. Mulai dari anak yatim, masyarakat sekitar baik tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan. Termasuk jajaran muspika setempat seperti Koramil hingga Polsek. Total ada sebanyak 460 bingkisan sembako yang kita bagikan,” ungkapnya.

Selain menjaga hubungan baik, melalui kegiatan semacam ini Ari berharap agar kedepan dapat terjalin sinergi positif antara unsur masyarakat, pemerintah serta pengusaha. Dengan kerjasama inilah diharapkan ekonomi di wilayah sekitar bisa terus tumbuh pasca pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, sampai dengan saat ini pemerintah DIY masih memberlakukan status Tanggap Darurat Covid-19 hingga 30 Juni mendatang. Perpanjangan status yang semestinya berakhir pada Mei ini dilakukan untuk persiapan menyambut normal baru atau new Normal yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Meski begitu, nyatanya jumlah kasus baru Covid-19 di wilayah DIY belum menunjukkan penurunan. Pada 12 Juni kemarin tercatat ada lonjakan kasus baru. Sebanyak 10 orang dinyatakan positif Covid-19. Tersebar di wilayah Bantul, Sleman, Jumlah ini menjadikan total kasus positif di DIY menjadi 262 kasus.

Sedangkan berdasarkan laporan yang terkonfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 12 Juni 2020 adalah total PDP sebanyak 1.684 orang di mana 111 orang masih menjalani perawatan. Berdasarkan hasil lab, 261 orang dinyatakan positif (196 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia), 1.264 orang dinyatakan negatif, dan 158 orang masih menunggu hasil lab (23 orang meninggal dunia). Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 7.102 orang.

Lihat juga...