PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, mengatakan, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah provinsi untuk menangani pandemi COVID-19 mencapai sebesar Rp500 miliar hingga akhir tahun.
“Kami anggarkan sekitar Rp500 miliar. Selama tidak ada lonjakan atau ledakan luar biasa, kami hitung dana tersebut cukup dan mungkin lebih,” katanya di Palangka Raya, Kalteng, Selasa.
Setelah dievaluasi, berbagai keperluan wajib dipenuhi, seperti tahap awal yaitu penyediaan peralatan yang harganya cukup mahal, hingga barulah kemudian kebutuhan operasional yang sifatnya rutin.
Pihaknya memperkirakan penanganan COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya berada di angka Rp6 miliar per bulannya.
“Kemudian juga alokasi untuk jaring pengaman sosial, dilakukan distribusi berbagai bantuan untuk meringankan masyarakat terdampak pandemi COVID-19,” jelas Fahrizal.
Pihaknya juga akan mengulas mengenai anggaran untuk pembangunan fisik atau program lain ke depannya. Apabila dimungkinkan dilakukan pergeseran, maka tentu pendanaan untuk mendukung program lainnya akan dilaksanakan.
“Bagaimanapun aktivitas pembangunan tidak boleh terhenti. Saat adanya aktivitas pembangunan maka di situ terjadi pergerakan perekonomian,” ungkapnya.
Melalui pergerakan perekonomian yang tercipta, pihaknya berharap akan ada sumber pendapatan atau pekerjaan yang bisa didapat masyarakat.
“Kami akan evaluasi dari serapan-serapan anggaran yang ada, barulah kemudian hal tersebut bisa segera diputuskan dan kami upayakan dalam waktu segera,” tuturnya.
Saat ini, sudah berjalan bulan keenam 2020, sehingga dengan dana yang tersedia pihaknya bisa memprediksi ketersediaan anggaran dengan pemenuhan berbagai kebutuhan hingga akhir tahun. Apabila angkanya mencukupi, maka bisa dimungkinkan dilakukan pergeseran kembali. (Ant)