Negeri Sejuta Pesona Telah Membuka Tempat Wisata Secara Umum
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PESISIR SELATAN — Selain Kota Bukittinggi Sumatera Barat yang secara resmi membuka tempat wisata untuk umum di masa-masa pandemi Covid-19, kini giliran Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, yang menyatakan telah membuka sejumlah tempat wisatanya.
Dibukanya tempat wisata di daerah yang berjulukan Negeri Sejuta Pesona itu, seiring akan mulai diberlakukannya New Normal, dimana akan berakhir hari ini, Minggu 7 Juni 2020 seperti yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat pekan lalu.
Meski Pesisir Selatan telah membuka secara resmi objek wisatanya, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengatakan, ketentuan yang perlu diperhatikan bagi pengunjung ialah harus mematuhi protokol kesehatan, yakni menggunakan masker serta tetap melakukan jarak aman yang bukan anggota keluarga.
“Pertama kali yang membuka objek wisata di Sumatera Barat itu Bukittinggi, dan kita di Pesisir Selatan telah menyatakan bahwa membuka kembali objek wisata itu yakni 29 Mei 2020,” katanya, Minggu (7/6/2020).
Ia menjelaskan objek wisata yang sudah mulai dibuka untuk umum itu, wisata yang telah terkenal di Nusantara ini yakni Wisata Mandeh yang digadang-gadangkan mirip dengan Raja Ampat Papua. Selain itu tempat wisata primadonanya Pesisir Selatan yaitu Pantai Carocok Painan, dan objek wisata yang melegenda yakni Jembatan Akar.
Tidak hanya objek-objek wisata yang ditangani langsung oleh pemerintah, tempat-tempat wisata yang dikelolah oleh pisah swasta juga bisa melakukan hal yang sama, yakni membuka kembali tempat wisatanya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tempat-tempat wisata di Pesisir Selatan terbilang sangat banyak, mulai dari wisata di pantai hingga objek wisata di tempat pemandian air terjun.
“Tapi hal yang perlu diingat harus lolos dari pemeriksaan petugas, seperti pengecekan suhu tubuh, serta memastikan pengunjung benar-benar telah menggunakan masker. Sehingga dengan demikian pengunjung di objek wisata tidak bisa leluasa seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas dia.
Hendrajoni menyatakan objek wisata yang dibuka itu memprioritaskan pelayanan paket perjalanan komunitas kecil seperti keluarga, kantoran, dan komunitas lainnya. Selain itu, pengelola destinasi wisata memastikan pengunjung, dalam kondisi sehat dan bebas gejala klinis Covid-19.
Nantinya di lapangan, pengelola destinasi melakukan pembatasan pengunjung dengan risiko tinggi seperti lanjut usia, memiliki riwayat penyakit penyerta, dan lain-lain. Selain itu pengelola/pemandu wisata mengutamakan layanan wisata minat khusus seperti resort, diving, snorkeling, wisata gunung dan dengan length of stay yang relatif lama.
“Bagi wisatawan asing, wajib menyertakan surat keterangan hasil uji PCR yang menyatakan negatif Covid-19,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, dibukanya fasilitas umum merupakan rangkaian kegiatan untuk mematangkan pelaksanaan New Normal atau tatanan kehidupan baru dalam mencegah infeksi Covid-19 di daerah setempat.
Kendati demikian pengecekan kendaraan dan orang yang masuk ke daerah setempat, akan semakin ketat di perbatasan daerah setempat baik dengan Kota Padang, Provinsi Bengkulu dan juga Jambi.
Pengecekan di perbatasan akan dilakukan lebih ketat, sehingga infeksi Covid-19 di Pesisir Selatan benar-benar bisa ditekan. Selain itu tracking dan uji sampel swab terhadap orang-orang yang diduga kontak erat dengan pasien Covid-19 juga akan dimaksimalkan.
Sementara itu, salah seorang pengunjung yang datang ke Mandeh, Jamal, mengatakan, sangatlah rindu menikmati pemandangan yang indah ini. Karena memang sudah cukup lama berdiam diri di rumah, mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja.
“Sebenarnya ada rasa was-was juga, karena virus Covid-19 ini belum benar-benar hilang. Hanya saja kita saya yang harus sadar bahwa perlu tetap jaga kesehatan, saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Jamal menyebutkan semenjak sekian lama tempat wisata ditutup, ada perubahan yang dilihat, khususnya di objek Wisata Mandeh yang ia kunjungi hari ini itu. Dimana tempat-tempat terlihat bersih, begitu juga soal alamnya, seakan terasa semakin asri dan segar.
Apalagi jalan sepanjang objek Wisata Mandeh ini berada di pinggiran pegunungan, sehingga benar-benar terasa lingkungan yang asri dan udara yang segar. Mata akan terasa sangat nyaman, ketika pemandangan yang begitu lepas ke arah laut Sumatera yang ada di kawasan Wisata Mandeh tersebut.
“Suasana seperti ini yang saya rindukan, dan sekarang terobati sudah rasa rindu ini. Tapi saya tetap berhati-hati juga, seperti berdekatan dengan orang yang bukan saudara, serta tidak ikut berada di titik keramaian pengunjung,” ucap Jamal.