Karang Taruna Jatiraden Kembangkan Inovasi Hidroponik dan Aquaponik
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Karang Taruna (Katar) Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mulai mengembangkan pertanian perkotaan melalui perpaduan sistem budidaya hidroponik dan aquaponik.
Metode atau inovasi tersebut bentuk ekosistem pangan untuk meringankan biaya perawatan dalam mendukung minat wirausaha muda di tengah pandemi Covid-19.
“Pengembangan inovasi hidroponik dan aquaponik, bentuk inovasi. Ini adalah gerakan sosial untuk menciptakan wirausaha muda,” ungkap Arief Firmansyah, Wakil Ketua Karang Taruna Jatiraden yang juga sebagai ketua proyek, kepada Cendana News, Senin (15/6/2020).

Dikatakan, sistem aquaponik hanya bentuk inovasi dengan menggunakan media ember ukuran besar diisi ikan lele. Melalui metode tersebut ada keuntungan saat panen dan dalam biaya perawatan juga lebih ringan.
Menurutnya sistem aquaponik, meringankan biaya untuk tanaman. Karena dalam satu ember bisa dibuat delapan lubang yang diisi 80 batang kangkung di dalam delapan netpot. Sementara untuk ikan lele sendiri bisa diisi 50 ekor dalam satu ember aquaponik.
“Keuntungannya, menggunakan media aquaponik tanaman kangkung tidak perlu diberi nutrisi dengan memanfaatkan limbah ikan lele. Hal lain, untuk biaya media lebih murah dan simpel,” tukasnya.
Arif mengatakan bahwa inovasi tersebut sebenarnya bukan hal baru. Tetapi untuk di Jatiraden sendiri baru diterapkan dimana aquaponik media ember diletakkan di lingkungan tanaman hidroponik.
Untuk hidroponik sendiri tambahnya baru dua kali panen. Hal tersebut sangat membantu di tengah pandemi saat ini, mengingat semua hasil panen diserahkan kepada warga secara simbolis dalam membantu ketahanan pangan.
“Wakil Wali Kota Bekasi sendiri sangat mendukung kegiatan Katar Jatiraden dan pernah mengunjungi lokasi budidaya hidroponik di wilayah kami,” tukasnya.
Dia berharap melalui inovasi yang dilakukan di tengah di masa pandemi bisa menginspirasi kreativitas, menghadapi musim kemarau yang panjang ini tidak akan kekurangan bahan pangan.
Pembina Katar Jatiraden, Sarto, mengatakan, untuk lokasi budidaya hidroponik sengaja memfasilitasi pemuda di lahan kosong miliknya. Hal tersebut disiapkan dalam mendukung kegiatan positif pemuda di tempatnya.
“Lahan hingga finansial, suka rela saya dukung. Ini bentuk perhatian kepada kalangan pemuda untuk berkreasi melalui pertanian sistem hidroponik dan aquaponik di lahan terbatas,” ungkap Sarto yang juga sebagai Ketua RW 09.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meminta pemuda lebih produktif di tengah covid-19 dengan menciptakan ide-ide dan inovasi yang bermanfaat di tengah keadaan yang serba tak pasti seperti sekarang ini.
“Seperti yang dilakukan oleh teman-teman dari Karang Taruna RW9 Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna ini. Mereka bergotong royong membangun green house yang berisi tanaman hidroponik dan budidaya lele dalam wadah ember,” ucapnya mencontohkan.
Selain bermanfaat untuk pribadi karena menjadi petani modern, ini bisa menjadi lahan ekonomi baru serta memberikan alternatif kebutuhan pangan di lingkungan maupun Indonesia, khususnya Kota Bekasi.