Kampung Tangguh di Kota Sukabumi untuk Ketahanan Pangan

Unsur Forkopimda Kota Sukabumi menanam padi di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, (20/6/2020), sebagai simbolis dibentuknya Kampung Tangguh untuk menjaga dan meningkatkan ketahan pangan – Foto Ant

SUKABUMI – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi, Jawa Barat, membentuk Kampung Tangguh. Keberadanya untuk membantu meningkatkan produksi komoditas pokok, agar ketahanan pangan tetap terjaga khususnya di masa pandemi COVID-19.

“Dibentuknya Kampung Tanggung ini merupakan gagasan dan ide dari Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni, dalam upaya meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan. Tentunya kami bersama unsur Forkopimda lainnya mendukung dan langsung merealisasikannya,” kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, di Sukabumi, Sabtu (20/6/2020).

Menjaga ketahanan pangan di masa pandemi seperti sekarang ini, dinilai sangat penting, agar ketersediaan pangan utama tetap mencukupi. Kampung Tangguh dibentuk sesuai dengan amanat Undang-Undang RI No.23/2014, tentang ketahanan pangan. Keberadaanya terbagi menjadi tiga bagian, penyelenggaraan ketahanan pangan, penanganan kerawanan pangan dan keamanan pangan.

Ketahanan harus terus diperkuat, khususnya di Kota Sukabumi yang lahan pertaniannya terbatas. Oleh karenanya, warga diimbau untuk memanfaatkan lahan yang ada, seperti perkarangan rumah, agar ditanami tanaman pangan. Minimalnya untuk dikonsumsi sendiri atau keluarganya. Alangkah baiknya bisa dijual, sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan.

Adapun Kampung Tangguh pertama yang dibentuk berada di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu. Di lokasi ini, Forkopimda melakukan tanam padi sistem tumpang sari dengan ikan nila, di lahan sekira 100 meter persegi.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, Kampung Tangguh di Kelurahan Sindangsari merupakan proyek percontohan. Rencananya hal serupa akan dilakukan di seluruh kelurahan dengan target ada satu Kampung Tangguh di setiap kelurahan. “Ketahanan Pangan merupakan yang paling utama, maka dari itu kami terus berupaya menjaga dan meningkatkannya. Adanya kegiatan ini, juga untuk mengedukasi warga agar minimalnya bisa menanam tanaman pangan untuk dikonsumsi sendiri,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...