Jelang Dibuka Kembali, Pasar Meteseh Disemprot Disinfektan
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG – Jelang pembukaan kembali Pasar Meteseh Semarang, pada Kamis (18/6/2020), Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang terus melakukan penyemprotan disinfektan hingga penataan kembali lapak para pedagang pasar tersebut.
“Kita terus lakukan proses sterilisasi pasar, dengan penyemprotan disinfektan secara berkala sejak Senin lalu. Selain itu, lapak-lapak pedagang yang masih terlalu dekat, kita beri jarak, agar nantinya para pembeli tidak berdesak-desakan lagi, saat pasar ini dibuka,” papar Kepala UPT Pasar Meteseh, Sugiyana di Semarang, Rabu (17/6/2020).
Sebelumnya, Tim Gugus Covid-19 Kota Semarang melakukan penutupan pasar tradisional di kawasan Meteseh Tembalang tersebut, selama tiga hari sejak Senin (15/5/2020) lalu. Hal tersebut dilakukan, karena berdasarkan hasil test swab, terdapat lima pedagang yang positif Covid-19.
“Selama tiga hari penutupan, ini kita terus lakukan penyemprotan disinfektan di semua areal pasar. Penutupan dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah corona. Rencananya, Pasar Meteseh akan dibuka kembali besok, Kamis 18 Juni 2020,” lanjut Sugiyana.

Penutupan Pasar Meteseh ini menambah daftar pasar tradisioanal yang ditutup karena Covid-19. Sebelumnya, ada tujuh pasar tradisional yang ditutup yaitu Pasar Rejomulyo, Pasar Burung Karimata, Pasar Rasamala, Pasar Prembaen, Pasar Karangayu, Pasar Mangkang dan Pasar Wonodri.
Terpisah, Kepala Disdag Kota Semarang Fravarta Sadman berharap, Pasar Meteseh menjadi pasar terakhir yang ditutup sementara, karena ada temuan kasus positif Covid-19 di kalangan pedagang.
“Kami tidak ingin lagi, ada penularan Covid-19 di Kota Semarang, khususnya penularan di pasar tradisional. Ini sudah berulang-ulang terjadi, bahkan sampai delapan kali, adanya klaster penyebaran di pasar,” terangnya.
Pihaknya pun kembali meminta kedisiplinan masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung, untuk menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas di pasar.
“Saya mengharapkan kepada semua pedagang dan pengunjung, untuk saling mengingatkan dan menjaga diri. Kalau ada teman pedagang yang tidak pakai masker, ditegur. Termasuk pengunjung atau pembeli, yang tidak menerapkan protokol kesehatan harus diingatkan,” tegasnya.
Fravarta menandaskan, pihaknya juga akan melakukan patroli kepada para pedagang maupun pembeli, agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Kita akan terjunkan tim, bekerja sama dengan dinas dan instansi lainnya, dalam upaya pendisiplinan penerapan protokol kesehatan,”pungkasnya.