Investor Lirik Objek Wisata Pantai Gandoriah Pariaman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PARIAMAN — Di sepanjang Pantai Gandoriah Pariaman akan dikembangkan fasilitas kepariwisataannya. Ada penambahan pembangunan hotel , rest area, ragam gaya plataran, sebagai upaya meningkatkan minat orang datang menikmati bersih dan keindahan pantai Pariaman.

Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, beberapa pengusaha akan membangun hotel dan tempat hiburan yang diharapkan nanti, mampu menjadi daya tarik orang lebih banyak datang ke Pariaman.

“Kita serius ingin majukan wisata Pariaman untuk meningkatkan kesejahteraan hidup warga kota Pariaman,” tegasnya, Minggu (21/6/2020).

Dikatakannya, Pantai Gandoriah ini telah menjadi destinasi wisata dunia. Dengan penambahan fasilitas ini nantinya orang dapat berlama-lama di Kota Pariaman.

Keindahan pantai Pariaman ini dipadukan dengan posisi yang strategis, panorama yang indah, dan konturnya yang landai, membuat pantai ini menjadi salah satu objek wisata pantai paling populer.

Pantai Pariaman merupakan salah satu destinasi wisata Sumatera Barat pantai andalan yang sudah dibuka dan pengunjungnya sudah mulai ada, walaupun belum banyak seperti biasanya karena ini masih tahap pemulihan.

Selanjutnya terkait dengan Pulau Tangah, Genius Umar mengatakan, ada rencana berkolaborasi membangun kawasan wisata, 60 persen dari pemerintah kota dan 40 persen dari Pemprov Sumatera Barat.

“Sekarang kita sedang menyiapkan dokumen analisis dampak lingkungannya (Amdal), mudah-mudahan di tahun depan bisa kita mulai, sehingga destinasi pulau kita, akan nambah satu lagi disamping pulau Angso juga ada Pulau Tangah,” kata Genius.

lebih lanjut Genius juga menyebutkan Pulau tangah itu harus membunyai spesifikasi atau ciri kas yang berbeda dengan Pulau Angso Duo, saat ini Pulau Angso Duo digunakan sebagai objek wisata pulau yang terbuka untuk umum lalu Pulau Kasiak yang dimanfaatkan untuk menyelam.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, pariwisata di Sumatera Barat telah dibuka, hal ini seiring telah diterapkannya new normal atau tatanan kehidupan baru. Tidak hanya di Kota Pariaman saja yang telah dibuka pariwisata, tapi di daerah lainnya juga telah dimulai.

Dikatakannya saat ini yang menjadi perhatian ialah pariwisata di Kepulauan Mentawai. Karena berdasarkan kesepakatan dengan asosiasi dan tour operator wisata, direncanakan akan dilakukan tes swab kepada wisatawan mancanegara yang hendak berwisata ke Kepulauan Mentawai. Tes swab pun bakal dilakukan langsung di atas kapal pesiar yang digunakan oleh wisatawan tersebut.

“Langkah-langkah seperti itu harus dilakukan. Agar wisatawan yang datang bisa diketahui kondisi kesehatannya. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah tempat wisatawan itu singgah pun, jadi aman,” katanya.

Di Mentawai, diperkirakan pada tanggal 23 juni dan 1 juli nanti, khusus untuk wisatawan mancanegara minat khusus surfing akan berlayar menuju pulau-pulau indah. Ia berharap, pihak agen travel benar-benar melakukan protokol kesehatan COVID-19 kepada wisatawan mancanegara yang hendak datang ke Mentawai tersebut.

Gubernur menyebutkan selain di Mentawai, daerah di Sumatera Barat yang pertama kali membuka objek wisata adalah di Kota Bukittinggi, sebab pelaksanaan new normal lebih awal yakni sudah dimulai sejak tanggal 30 Mei 2020 lalu.

“Kota Bukittinggi kota pertama yang berani membuka diri dimana objek wisata Taman Panorama, Kebun Binatang Kinantan, Benteng serta Jam Gadang sudah mulai dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar dia.

Lihat juga...