Gembili Rebus, Makanan Murah dan Alternatif Pengganti Nasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Jika dilihat sepintas, makanan satu ini mirip dengan singkong rebus. Memiliki warna putih, tekstur empuk serta rasa yang gurih. Ya, Gembili namanya.

Salah seorang warga pembudidaya Gembili, Ignatius Parwoto, warga Gayamharjo, Prambanan, Sleman saat ditemui, Sabtu (27/6/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Masih satu jenis dengan singkong, Gembili termasuk tanaman umbi-umbian yang sudah mulai jarang ditemui. Namun di daerah pedesaan, masih kerap diolah menjadi makanan sehari-hari.

Seperti halnya singkong, Gembili biasa dibuat makanan dengan cara direbus. Yang membedakan adalah teksturnya yang lebih kenyal, serta seratnya yang lebih halus.

Menurut salah seorang warga pembudidaya, Ignatius Parwoto, warga Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Gembili memiliki rasa yang lebih manis serta gurih dibandingkan singkong. Rasanya akan lebih enak jika direbus dalam kondisi fres setelah dipanen.

“Kalau masak setelah tiga hari dipanen, rasanya akan beda,” ungkapnya belum lama ini.

Di daerah pedesaan, Ubi Gembili biasa dimanfaatkan sebagai pengganti nasi. Hal itu tak lepas karena kandungan karbohidrat yang tak kalah. Sehingga sangat mengenyangkan bila dikonsumsi.

Tak hanya itu Gembili juga baik dikonsumsi bagi penderita diabetes, hal ini disebabkan karena kadar gulanya yang rendah. Zat Glucomannan yang terkandung juga dapat mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

“Selain bagus untuk penderita diabetes, Gembili ini juga sangat baik jika dikonsumsi bagi penderita penyakit lambung atau pencernaan. Karena secara turun-temurun warga di desa kami sudah membuktikannya,” katanya.

Berdasarkan literatur yang ada, dalam 100 gram Gembili terdapat kandungan nutrisi cukup lengkap. Antara lain, karbohidrat 22,4 gram, energi 95 kkal, protein 1,5 gram, lemak 0,1 gram, kalsium 14 mg, Fosfor 49 mg, zat besi 1 mg, serta vitamin C 4 mg.

Ciri unik tanaman Gembili adalah batangnya yang sedikit berduri. Sementara arah rambatan daun dan batang searah jarum jam. Hal ini berbeda dengan tanaman sejenis lainnya yakni Gadung yang arah rambatannya berlawanan jarum jam.

Lihat juga...