Ganjar Pastikan Daya Tampung RS Rujukan Masih Mencukupi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Di tengah rapid test yang gencar dilakukan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan daya tampung rumah sakit rujukan covid-19 masih mencukupi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Sabtu (27/6/2020). Foto Arixc Ardana

“Saya perintahkan proses tracing wabah covid-19, dengan cara pengecekan massal. Meski hal itu membuat grafik positif covid-19 di Jateng meningkat, namun ini cara yang paling tepat untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi ini,” paparnya, di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Sabtu (27/6/2020).

Ganjar menilai lebih baik angka covid-19 meningkat, karena memang dilakukan tracing, daripada terlihat landai tapi tidak dilakukan tindakan apa-apa.

“Jadi saya minta kepada Kabupaten/Kota untuk terus mencari, tidak usah takut citranya buruk karena adanya peningkatan karena pencarian. Lebih baik dicari, kalau ditemukan maka langsung dilakukan treatment yang tepat,” paparnya.

Pihaknya memastikan sudah memerintahkan kepada seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng, untuk terus meningkatkan pengecekan massal, agar upaya percepatan penanganan covid-19 bisa tercapai.

Di satu sisi, dirinya juga memastikan daya tampung rumah sakit rujukan covid-19 di Jateng, masih mencukupi. Per Sabtu (27/6/2020), dari 58 rumah sakit rujukan yang disiapkan, jumlah pasien positif yang dirawat sebanyak 1.757 orang.

“Kapasitas rumah sakit masih cukup, tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Kecuali mereka yang ada gejala lain, kalau itu memang mengharuskan dirawat ya dirawat. Bahkan Rumah Sakit Bung Karno di Solo juga masih banyak kapasitasnya, Moewardi Solo juga,” kata dia.

Pihaknya juga meminta dunia kesehatan, pemerintah dan semua instansi terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terkait kedisiplinan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui serta anak-anak juga harus menjaga diri dan dijaga, agar tidak terpapar virus covid-19,”lanjutnya.

Terkait kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD), Ganjar juga memastikan bahwa stoknya masih aman dan terkontrol. Hanya saja, pihaknya meminta agar rumah sakit lebih proaktif, apabila ada yang membutuhkan peralatan tambahan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jateng Yulianto Prabowo, menjelaskan per Jumat (26/6/2020), Provinsi Jateng sudah melakukan tes PCR sebanyak 51.000 spesimen. Dari total itu, sebanyak 3.414 orang dinyatakan positif.

“Kami juga telah menggelar pengecekan dengan rapid test sebanyak 80.000 orang. Hasilnya masih kami tunggu, karena yang reaktif langsung kami lakukan tes PCR,” jelasnya, Sabtu (27/6/2020).

Pihaknya memastikan terus melakukan tracing, agar dapat dilakukan treatment yang lebih cepat.

Dari data Dinkes, per Sabtu ini, pukul 10.30 WIB, kasus positif covid-19 di Jateng mencapai 3.621, meningkat 69 orang dari data per Jumat (26/6/2020) sebanyak 3.552 orang.

Dari angka tersebut, 1.757 masih dirawat, 1.578 orang sembuh dan 286 meninggal dunia. Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 8.478 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 49.052, dengan 2.703 masih dalam pemantauan dan 46.349 selesai pemantauan.

Lihat juga...