Disdikbud Jateng Buka Layanan Pengaduan PPDB

Editor: Koko Triarko

Kadisdikbud Jateng, Jumeri, saat ditemui di Semarang, Kamis (18/6/2020). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, membuka layanan pengaduan dan konsultasi bagi calon peserta didik yang kesulitan atau kebingungan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN/ SMKN Jateng 2020/2021.

“Bagi calon peserta didik atau orang tua wali yang masih bingung terkait persyaratan atau hal-hal lain terkait pelaksanaan PPDB, kita membuka pelayanan untuk konsultasi, hingga komplain,” papar Kadisdikbud Jateng, Jumeri di Semarang, Kamis (18/6/2020).

Mereka bisa langsung datang ke kantor Disdikbud Jateng, di bagian pelayanan PPSB. “Selain itu, kita juga layanan melalui telepon, di nomor hotline (024) 86041265. Ada 6 saluran yang akan melayani konsultasi atau pun pengaduan dari masyarakat,” terangnya.

Sejauh ini, pengaduan atau konsultasi paling banyak terkait aturan kartu keluarga, zonasi serta jalur afirmasi, baik untuk siswa miskin hingga anak tenaga kesehatan.

Sementara terkait keluhan pada hari pertama pelaksanaan PPDB, Jumeri memastikan hal tersebut sudah tidak menjadi kendala lagi.

“Ada beberapa faktor yang membuat server PPDB sempat sulit diakses. Pertama, karena kuota verifikasi yang disediakan sudah habis. Tapi masalah tersebut sudah teratasi, setelah ada permintaan ke Kemendagri untuk penambahan kuota sampai 1 juta. Jadi, sudah tidak ada persoalan,” tandasnya.

Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum, menambahkan jika akses PPDB Jateng terkendala, calon peserta didik bisa menggunakan link alternatif.

“Jika server penuh atau melambat, bisa menggunakan link alternatif di laman jateng.siap-ppdb.com,” terangnya.

Tidak hanya itu, pada hari pertama pelaksanaan PPDB, pendaftar sampai membludak karena ada kecenderungan ingin cepat-cepatan, seperti tahun lalu.

“Kalau tahun lalu, ada pertimbangan yang paling cepat mendaftar jadi prioritas untuk diterima, untuk tahun ini aturan tersebut sudah dihapus. Untuk itu, saya sampaikan jangan cepat-cepat, santai saja, waktunya masih ada, pendaftaran bisa dilakukan hingga 25 Juni 2020 mendatang,” pungkasnya.

Lihat juga...