BPBD Sumbar Kerahkan Helikopter Pencarian Hilangnya Tiga Pemancing
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mengerahkan helikopter untuk melakukan pencarian tiga korban perahu motor yang terbalik diterjang badai, di perairan Kota Padang, Minggu (21/6) lalu.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, dengan menggunaan helikopter bantuan BNPB itu, pemantuan dilakukan pesisir sepanjang pantai di Padang. Tujuan titik itu jadi kawasan pemantuan, karena korban dinyatakan hilang di kawasan wilayah laut Kota Padang.
“Jika nanti, Basarnas meminta BPBD Provinsi Sumatera Barat melanjutkan pencarian melalui helikopter kembali, kapan pun kita siap. Termasuk juga kesiapan BPBD Provinsi Sumatera Barat mengerahkan kapal speedboat dan kapal amfibi untuk melanjutkan pencarian,” tegasnya, Kamis (25/6/2020).
Erman mengungkapkan, hingga saat ini, Tim SAR Gabungan Kota Padang juga masih terus melakukan pencarian tiga korban perahu motor yang terbalik diterjang badai di perairan Kota Padang. Korban yang masih dicari bernama Yudi, Ari, dan Ihsan. Sementara 10 korban lagi telah dievakuasi dengan selamat, Senin (22/6) kemarin.
Dalam melakukan pemantauan hari ini, kondisi cuaca cukup mendukung. Pemantauan yang dilakukan melalui jalur udara itu, dilakukan pagi hingga siang. Sebab apabila dilakukan di sore hari, kondisi cuaca di Kota Padang akhir-akhir ini sering dilanda hujan disertai angin kencang.
“Kita terbang pagi dan melakukan beberapa jam pemantauan udara. Beruntung pagi ini cuaca bagus, dan pemantauan yang kita lakukan bisa maksimal,” ujarnya.
Melihat adanya kondisi cuaca di Padang yang mulai dilanda angin kencang seperti ini, BPBD Sumatera Barat berharap kepada para nelayan atau pun komunitas yang hobi memancing, agar tidak memaksakan diri untuk pergi melaut. Sebab, dengan kondisi cuaca angin kencang tersebut amatlah berisiko saat berada di tengah laut.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Barat, Rumainur, mengatakan, adanya penyisiran di kawasan pantai Padang itu, setelah sebelumnya ada peristiwa satu perahu motor yang ditumpangi 13 orang terbalik diterjang badai di sekitar perairan Pulau Pisang Gadang Kota Padang, pada Minggu (21/6).
Para korban itu terdiri dari 10 orang pemancing dan tiga awak perahu motor. Dari 13 orang itu, sebanyak 10 orang telah berhasil dievakuasi dengan selamat, Senin (22/6).
Mereka yang berhasil selamat tersebut yakni, Fikram Mukalik, Taufik Hidayat, Triandika Ananda, Sorono, Efendi Mursalim, Surawan, Alfajri, Suranto, Koda Riadi, dan Yunaidi Yusi.
“Nah untuk yang belum ditemukan itulah, BPBD turut membantu Tim SAR dan yang lainnya. Mengingat BPBD punya helikoper yang memadai untuk melakukan pemantauan udara,” jelasnya.
Kejadian yang serupa juga pernah terjadi tepatnya pada Januari 2020. Dimana ada kapal nelayan dengan merk lambung Kapal Motor (KM) Famili 010 GT 20 tenggelam di perairan laut Padang, Kamis (29/1) lalu sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapal tersebut berpenumpang 12 orang yang merupakan para nelayan, 1 diantaranya dilaporkan hilang karena terjatuh ke laut saat kejadian.
Setelah sekian lama melakukan pencarian, baik melalui penyisiran kawasan pulau-pulau, maupun dengan cara memantau di jalur udara, 1 korban tersebut juga tidak kunjung ditemukan, bahkan hingga waktu pencarian hari terakhir.