ASN Bekasi Diminta Bekerja Optimal di Masa Transisi

Editor: Koko Triarko

BEKASI- Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, meminta seluruh jajajaran aparatur kembali meningkatkan kinerja memasuki masa transisi new normal, terutama peningkatan terkait pelayanan publik.

“Peningakatan kinerja bagi aparatur, baik di dalam kedinasan maupun di wilayah untuk kembali melayani warga masyarakat di masa transisi new normal ini,” tegas Rahmat Effendi, Senin (29/6/2020).

Dikatakan, bahwa pelayanan di Kota Bekasi selama empat bulan ke belakang diakui masih belum maksimal akibat fokus untuk penanganan cepat tanggap wabah Covid-19.

Namun, ia mengapresiasi dalam penangangan Covid-19 oleh semua unsur di Pemkot Bekasi. Sehingga dirasakan pada saat ini buah dari kerja keras dalam penanganannya, aktivitas bisa kembali dilaksanakan meski dalam protokol kesehatan.

Rahmat Effendi menjadi pembina apel pagi perdana di lingkungan Pemkot Bekasi, didampingi oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawaty, bersama  Esselon II, III dan IV untuk setingkat Lurah di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Rahmat Effendi juga menyampaikan beberapa hal kepada Kepala OPD terkait berakhirnya masa PSBB sesuai jadwal hingga 2 Juli 2020 di wilayah Bodebek.

Ia menekankan, bahwa Gugus Tugas, Sekretariat dan Dinas Kesehatan  masih tetap berada di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Bekasi, yakni di Stadion Patriot Chandra Baga (PCB).

“Untuk lainnya, silakan menyesuaikan kembali ke tempatnya dan lakukan kegiatan seperti biasa untuk keperluan warga,” tegasnya.

Dia juga meminta petugas relawan atau OPD berdasarkan wilayah, bisa melakukan evaluasi untuk melengkapi proses penyelenggaraan dari status siaga Covid 19 sampai dengan Adaptasi Tatanan New Normal di Kota Bekasi.

Diminta bisa membuat evaluasinya dan sinkronisasi dengan pendampingan aparat penegak hukum, agar menjadi bahan laporan untuk mengantisipasi ke depan, jika ada suatu permasalahan.

“Wabah ini belum selesai, masa transisi harus optimal karena adanya angka penurunan Covid-19 bagi terpaparnya kasus ini,” paparnya, mengingatkan Kadinkes dan Direktur RSUD, Kit Covid untuk tes dan alat APD jangan sampai kosong.

Ia mengintruksikan kepada Kepala Bapelitbangda harus mengevaluasi Monev dan Dalev, agar memahami pencapaian target.

“Setelah tanggal 2 Juli proses dan penanggung jawab Covid-19 bisa perlahan diserahkan kepada tugas di Dinas Kesehatan, Sekda harus memerintahkan lansung dan dicatat alurnya,”pungkasnya.

Lihat juga...