Wanita Pengupas Kerang Hijau Terapkan Protokol Kesehatan
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berimbas sejumlah warga sulit memperoleh pekerjaan. Bagi puluhan wanita di pesisir timur Lampung Selatan (Lamsel) disiasati sebagai pengupas kerang hijau. Setidaknya ada sebanyak 20 orang warga di Desa Legundi yang tergabung dalam kelompok rata-rata 5 orang.
Asiana, salah satu wanita di Desa Legundi menyebut pekerjaan mengupas kerang dikerjakan pada masa panen. Setiap empat bulan sekitar lima ton kerang hijau dipanen oleh sekitar tiga pembudidaya di pantai Legundi. Satu kali panen yang dilakukan setiap hari sejumlah wanita bisa mengupas sekitar lima kuintal perhari.
Pekerjaan mengupas kerang hijau disebut Asiana memberinya penghasilan rata-rata Rp75ribu perhari. Sebab untuk satu kilogram kerang yang dikupas ia memperoleh upah sekitar Rp5.000. Bekerja sebagai pengupas kerang hijau selama masa pandemi Covid-19 tetap dijalankan dengan melaksanakan protokol kesehatan.
“Kami tetap dianjurkan memakai masker kain dan para wanita yang bekerja sebagai pengupas kerang tetap dianjurkan menjaga jarak sehingga ikut menjaga potensi terpapar Covid-19 yang sedang mewabah,” terang Asiana saat ditemui Cendana News, Jumat (8/5/2020).
Asiana menyebut bekerja dari pagi hingga sore menunggu setiap kerang hijau dipanen. Setelah dipanen oleh pemilik proses memudahkan pengupasan dilakukan dengan merebus pada sebuah drum. Usai direbus kerang hijau yang sudah terbuka cangkangnya akan dicungkil hingga diperoleh bagian daging. Daging berwarna kuning kemerahan sudah dipesan pengepul.

Selama masa pandemi Covid-19 Asiana menegaskan pekerjaan mengupas kerang jadi pilihan. Sebab warga di wilayah tersebut tidak bisa bekerja di luar daerah. Kegiatan bekerja mengupas kerang menurutnya masuk kategori bekerja dari rumah (work from home). Sebab sebagian kerang yang dikupas bisa dibawa pulang ke rumah setelah diperoleh bagian daging kembali dikumpulkan.
“Semakin banyak kerang bisa dikupas maka hasil uang upahan juga akan banyak,kadang dibantu anak anak,” cetusnya.
Maman, pemilik usaha budidaya kerang hijau menyebut ia memanen kerang saat memasuki usia empat hingga enam bulan. Saat proses panen ia bisa mengangkat dari perairan sebanyak 5 hingga 6 kuintal kerang hijau. Semakin banyak pesanan pekerja pengupasan akan semakin banyak. Memberdayakan para wanita di wilayah tersebut memberi sumber penghasilan.
“Sejumlah wanita bisa memiliki sumber penghasilan yang lumayan karena saya mengupah dengan sistem banyaknya kerang yang berhasil di kupas,” cetusnya.
Kerang hijau yang sudah dikupas menurut Maman akan dijual ke pengepul seharga Rp20.000 per kilogram. Harga tersebut lebih mahal dibanding menjual kerang hijau sebelum dikupas hanya Rp7.000 per kilogram. Hasil panen kerang hijau menurutnya bisa menjadi sumber penghasilan bagi pembudidaya dan bagi pengupas kerang. Sebab saat sulit mendapat pekerjaan para wanita di desa tersebut masih bisa menghasilkan uang.
Amran Hadi, ketua kelompok pembudidaya kerang hijau Sinar Semendo mengaku sedang panen raya. Meski panen dilakukan saat masa pandemi Covid-19 ia memastikan wanita pekerja pengupasan kerang hijau tetap dihimbau menerapkan protokol kesehatan. Warga yang telah mendapatkan masker gratis dari desa tetap mempergunakan pelindung hidung agar terjaga kesehatannya.
“Meski tetap bekerja namun kewaspadaan harus tetap dilakukan memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya.
Amran Hadi yang memanen udang sekitar 1 ton mengaku mengeluarkan upah hingga Rp700 ribu perhari. Sebab sebagian wanita bisa mengupas kerang hijau hingga puluhan kilogram. Kerang hijau yang dipanen saat masa puasa ramadan membuat permintaan cukup tinggi. Pekerjaan mengupas kerang hijau menurutnya jadi alternatif sumber penghasilan dan bekerja dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Sejumlah wanita yang bekerja menurutnya telah disediakan masker gratis. Selain itu pada lokasi pengupasan kerap disiapkan tempat untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun. Ia juga menyediakan botol handsanitizer sehingga kebersihan sejumlah pekerja tetap terjaga. Anjuran bekerja dari rumah tetap membuat sejumlah wanita di desa tersebut produktif meski hanya sebagai pengupas kerang hijau.